Fabio Quartararo geram dengan pebalap LCR Honda Takaaki Nakagami saat gelaran MotoGP Argentina. Quartararo menganggap Nakagami merusak balapannya.
Pebalap Monster Yamaha Fabio Quartararo menyelesaikan balapan di Sirkuit Termas de Rio de Hondo pada posisi ketujuh. Hasil itu membuat Quartararo sedikit senang namun juga ada amarah yang tak terbendung. Kemarahan Quartararo khususnya ditujukan untuk Takaaki Nakagami dan juga panel FIM Steward.
Quartararo dan Nakagami sempat bersenggolan yang membuat posisi 'El Diablo' tercecer. Beruntung ia bisa melanjutkan balapan hingga menyentuh garis finis. Meski begitu, Quartararo protes mengapa Nakagami bisa melenggang bebas tanpa diberikan sanksi apa pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Manuvernya (Nakagami) seperti sedang di lap terakhir. Saya tidak mengerti apa yang dipikirkan Race Director. Ayumu Sasaki mendapat penalti di Moto3 setelah sedikit bersentuhan. Taka merusak balapan saya tapi tidak mendapatkan penalti atas hal itu. Saya tidak senang dengan keputusan tersebut. Tanpa sentuhan itu, mungkin saya bisa berada di top 5," kata Quartararo dilansir Speedweek.
Setelah bersenggolan, Quartararo berusaha keras untuk kembali ke posisi teratas. Perlahan tapi pasti ia bisa merangkak 9 posisi dari 16 ke posisi 7. Saat menyentuh garis finis, Quartararo 11 detik lebih lama dari Marco Bezzecchi yang menjadi jawara MotoGP Argentina dan 4 detik di belakang rekan setimnya, Franco Morbidelli.
"Kecepatan kami di trek basah sangat bagus, kami senang akan hal itu. Kami memang belum siap sepenuhnya, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan setelahnya," tambah Quartararo.
Berkat hasil itu, Quartararo saat ini menempati posisi kesepuluh klasemen sementara pebalap dengan torehan 18 poin. Sedangkan Morbidelli yang tampil lebih baik hanya bertengger di posisi kesembilan dengan total 21 poin. Kini Quartararo berharap ada kemajuan pesat yang dilakukan Yamaha. Terlebih pada sesi tes di Jerez, ada komponen baru yang disematkan Yamaha.
"Ada knalpot dan komponen aerodinamika baru yang bakal datang karena saat ini kami masih menggunakan komponen lama," pungkasnya.
(dry/rgr)
Komentar Terbanyak
Heboh Polantas Tanya 'SIM Jakarta', Begini Cerita di Baliknya
Sertifikat Kursus Nyetir Jadi Syarat Bikin SIM, Gimana kalau Belajar Sendiri?
Difatwa Haram, Truk Pembawa Sound Horeg Masuk Kategori ODOL?