7 Tahun Berlalu, Rossi Belum Ikhlas 'Dicurangi' Marquez-Lorenzo di MotoGP 2015

ADVERTISEMENT

7 Tahun Berlalu, Rossi Belum Ikhlas 'Dicurangi' Marquez-Lorenzo di MotoGP 2015

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Selasa, 24 Jan 2023 06:10 WIB
MISANO ADRIATICO, ITALY - SEPTEMBER 16:  Valentino Rossi of Italy and Petronas Yamaha SRT looks on during the press conference pre-event during the MotoGP Of San Marino - Previews at Misano World Circuit on September 16, 2021 in Misano Adriatico, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Valentino Rossi belum bisa melupakan kejadian yang menimpanya di MotoGP 2015. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Legenda MotoGP asal Italia, Valentino Rossi masih belum terima dengan kejadian yang menimpanya di musim 2015 silam. Rossi merasa kegagalannya saat itu akibat 'dicurangi' dua pebalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

Diketahui, MotoGP 2015 merupakan musim yang penuh drama. Kala itu, Rossi berpeluang besar meraih gelar ke 10-nya di seluruh kelas kompetisi. Namun, di penghujung musim, Marquez dan Lorenzo dituding telah terlibat kongkalikong.

Di sejumlah kesempatan, Rossi mengatakan, Marquez yang telah kehilangan peluang juara sengaja membantu Lorenzo memenangkan musim 2015. Meski berkali-kali ditentang Marquez, namun Rossi teguh pada pendapatnya.

"Saya agak kecewa tidak bisa memenangkan gelar ke-10 (dalam karier). Saya pikir saya pantas mendapatkannya karena level dan kecepatan saya saat itu," ujar Rossi yang seakan belum rela dengan kejadian di musim 2015, dikutip dari Crash, Senin (23/1/2023).

KUALA LUMPUR, MALAYSIA - OCTOBER 25:  Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team leads Valentino Rossi of Italy and Movistar Yamaha MotoGP during the MotoGP race during the MotoGP Of Malaysia at Sepang Circuit on October 25, 2015 in Kuala Lumpur, Malaysia.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Marc Marquez vs Valentino Rossi di MotoGP 2015. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Menurut Rossi, MotoGP 2015 merupakan kesempatan terakhirnya meraih gelar ke-10 di semua kelas kompetisi. Itulah mengapa, saat dia gagal meraihnya, ditambah ada dugaan kecurangan Marquez-Lorenzo, dia mengaku sangat kecewa. Bahkan, rasa kecewa itu belum hilang hingga sekarang.

"Saya melewatkan dua kali balapan terakhir pada musim itu. Maka, itulah mengapa, saya pikir saya pantas mendapatkan gelar ke-10. Begitulah adanya, saya rasa saya tidak bisa mengeluh tentang keseluruhan karier saya," ungkapnya.

KUALA LUMPUR, MALAYSIA - OCTOBER 22: (L-R) Jorge Lorenzo of Italy and Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi of Italy and Movistar Yamaha MotoGP and Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team look on during the press conference ahead of the MotoGP of Malaysia at Sepang Circuit on October 22, 2015 in Kuala Lumpur, Malaysia.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Jorge Lorenzo, Valentino Rossi dan Marc Marquez. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Masih di kesempatan yang sama, Rossi juga bicara mengenai keputusannya pindah ke Ducati di musim 2011. Meski bisa dibilang gagal, namun dia mengaku tak pernah menyesal.

"Menyesali sesuatu dalam arti keputusan yang saya buat? Sejujurnya saya tidak. Tentu saja, waktu bersama Ducati adalah masa yang sulit bagi saya," paparnya.

"Itu adalah tantangan besar, saya sebagai pembalap Italia dengan motor Italia. Jika kami menang, kami akan membuat sejarah," kata Rossi menambahkan.



Simak Video "Marc Marquez: Roger Federer Seperti Valentino Rossi"
[Gambas:Video 20detik]
(sfn/sfn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT