Kenapa Pebalap Reli Harus Didampingi Navigator?

ADVERTISEMENT

Kenapa Pebalap Reli Harus Didampingi Navigator?

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 29 Nov 2022 11:36 WIB
Tim Mitsubishi Ralliart berpartisipasi di kompetisi AXCR 2022
Pebalap Reli harus didampingi navigator. Foto: Dok. Mitsubishi
Jakarta -

Tidak seperti balap Formula 1 atau jenis balap single seat lainnya yang hanya ada satu orang pebalap di kokpit, pada balap reli pebalap harus didampingi oleh navigator. Apa tugas seorang navigator di balapan reli dan seberapa besar perannya?

Navigator tim Mitsubishi Ralliart, Peerapong Sombutwong, mengatakan, navigator atau co-driver memiliki peran penting sebagai pemandu pebalap. Navigator biasanya akan memberi tahu pebalap kapan harus ngebut dan kapan harus pelan. Intinya, navigator akan memastikan balap berlangsung aman.

"Saat reli tentu awamnya driver tidak tahu detail mengenai jalan dan arah yang harus dituju, ini tugasnya navigator, navigator harus mempelajari ini sehari sebelum balapan dimulai," kata Sombutwong dalam diskusi virtual, Senin (28/11/2022).

Lanjut Sombutwong menambahkan, navigator harus membaca dan memahami semua detail di peta dan diterjemahkan buat kepentingan pebalap, sehingga pebalap bisa menentukan gaya mengemudi yang sesuai dan memahami hambatan yang dihadapi.

"Navigator seperti membantu pengemudi untuk memahami jalannya balapan. Kapan harus berlari kencang dan kapan harus berhati-hati," sambungnya.

Pada balap reli sendiri biasanya treknya sangat panjang dengan karakteristik yang beragam. Selain itu, karena medannya off-road, menjadi tantangan tersendiri untuk para pebalap, terutama bagi pebalap yang baru berlaga di trek tersebut.

Contohnya seperti pereli Indonesia, Rifat Sungkar, yang turun di ajang balap reli Asia Cross Country Rally (AXCR) 2022 yang berlangsung di Thailand. Rifat yang tergabung bersama tim Mitsubishi Ralliart harus menempuh jarak sejauh 200 km. Rifat sendiri baru pertama kali turun di ajang ini menggunakan Mitsubishi Triton. Sebagai debutan, Rifat tampil cukup baik dan finis kelima.

"Setelah terpental di belakang sekali, sebagai anak baru saya bisa tunjukkan (naik) dari posisi 8 ke 4, dan kemudian di posisi 5. Biasanya anak baru akan kesusahan dan sulit finis," ujar Rifat.



Simak Video "Tak Hanya di RI, Mitsubishi Mirage Juga Disuntik Mati di Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT