Quartararo Sebut MotoGP Jerman Lebih Sulit dari MotoGP Mandalika

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 20 Jun 2022 21:13 WIB
BARCELONA, SPAIN - JUNE 04: Fabio Quartararo of France and Monster Energy Yamaha MotoGP Team rounds the bend during the MotoGP qualifying practice during the MotoGP of Catalunya - Qualifying at Circuit de Barcelona-Catalunya on June 04, 2022 in Barcelona, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Fabio Quartararo (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Fabio Quartararo sukses menjuarai MotoGP Jerman 2022. Meski demikian, Quartararo menilai balapan yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring itu sangat sulit. Bahkan melebihi kesulitan MotoGP Mandalika di Indonesia yang berlangsung dalam kondisi trek basah.

Rider Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo berhasil menjadi kampiun MotoGP Jerman 2022. Pebalap asal Prancis itu finis di depan Johann Zarco dan Jack Miller. Dengan hasil itu, Quartararo makin nyaman di puncak klasemen sementara, sekaligus menjauh dari kejaran Aleix Espargaro.

Menurut Quartararo, kunci kesuksesannya juara di Sachsenring karena dirinya bisa ngacir duluan di depan dan menjauh dari kejaran lawan-lawannya. Jika saja di depannya ada pebalap Ducati atau Aprilia, balapan akan berjalan lebih sulit bagi Quartararo.

"Itu sesuatu yang kita butuhkan. Jika kami tidak bisa menyalip jumlah maksimal pebalap di lap pertama, maka itu akan menjadi rumit. Jika di depan kami ada motor selain Yamaha, maka sangat sulit bagi saya untuk menyalip, karena kami mengendarai dengan cara yang sangat berbeda. Itulah mengapa Anda harus mengambil risiko di beberapa lap awal," kata Quartararo dikutip dari Motosan.

Lanjut Quartararo menambahkan, MotoGP Jerman akhir pekan lalu merupakan salah satu seri yang paling sulit musim ini, bahkan lebih sulit dari MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Ini karena Quartararo dalam kondisi meriang, ditambah suhu di Jerman yang terik, serta banyaknya lap yang harus dilalui, mencapai 30 lap.

"Saya sangat lelah, saya merasa tidak enak sepanjang akhir pekan, dengan banyak batuk. Di motor saya tidak punya masalah, selain fakta bahwa saya sedikit batuk di dalam helm. Tapi balapannya sangat sulit, lebih sulit daripada (balapan) di (Mandalika) Indonesia," sambung Quartararo.

"Dalam beberapa lap pertama saya tahu bahwa sebagian besar pebalap memakai ban hard di belakang, jadi saat saya sudah unggul satu detik di depan, saya mulai mengendalikan diri, tidak terlalu memaksakan ban bekerja terlalu keras. Kondisinya sangat sulit, saya hanya berakselerasi ketika Zarco mulai mendekat, tetapi yang terpenting saya mengelola ban dengan baik," sambungnya.

MotoGP seri selanjutnya akan digelar di Sirkuit Assen, Belanda. El Diablo pun optimis bisa meraih hasil terbaik di sini. "Saya suka Assen, tapi saya tahu kondisinya akan sangat berbeda. Saya harap matahari bersinar karena ini adalah sirkuit yang sangat spesial dan Anda bisa melaju sangat cepat di kondisi kering. Mari kita lihat bagaimana kondisinya, kami memiliki harapan yang tinggi di Assen," tukasnya.

(lua/din)