ADVERTISEMENT

Gagal Total di MotoGP Jerman, Honda Dikritik Pebalapnya Sendiri: Memalukan!

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Senin, 20 Jun 2022 18:37 WIB
Mechanics of Repsol Honda Team test the MotoGP bike of German rider Stefan Bradl at the pits of the Argentina Grand Prix at Termas de Rio Hondo circuit, in Santiago del Estero, Argentina, on March 31, 2022. (Photo by JUAN MABROMATA / AFP)
Stefan Bradl mengiritk Honda yang motornya terlalu panas (Foto: AFP/JUAN MABROMATA)
Jakarta -

Honda gagal total di MotoGP Jerman yang digelar Minggu (19/6) kemarin. Selain tak ada satupun pebalapnya yang dapat poin, Honda juga dikritik habis oleh ridernya sendiri dan dianggap memalukan.

"Adalah hal yang memalukan perusahaan seperti Honda tidak bisa membuat fairing yang bisa mendinginkan motor dan pebalap," sergah Stefan Bradl dikutip dari The Race.

Stefan Bradl turun di MotoGP Jerman dengan status pebalap pengganti Marc Marquez. Dia kemudian jadi satu-satunya penunggang Honda yang bisa menyentuh garis finis. Bradl menuntaskan balapan pada posisi 16, terpaut 52 detik lebih dari Fabio Quartararo di posisi depan.

Cuaca panas jadi tantangan besar yang dihadapi seluruh pebalap MotoGP pada race tersebut. Suhu udara disebutkan mencapai 35 derajat celcius, sementara suhu di atas lintasan berada di angka yang lebih tinggi lagi.

Namun untuk rider-rider Honda masalahnya jadi lebih berat.

Desain motor Honda, termasuk bagian fairing, dibuat untuk semata alasan aerodinamis. Demi meningkatkan downforce motor ketika digeber dalam kecepatan tinggi.

Malang buat para rider Honda, desain tersebut tidak cukup ramah untuk mendinginkan motor dan juga pebalap.

"Hanya setelah beberapa lap, saya turun (posisinya) supaya bisa mendapatkan udara segar untuk motor dan juga untuk tubuh saya. Saya hanya mencoba menuntaskan balapan, secara fisik itu sudah melebihi batas. Dan kaki kanan saya juga terbakar karena itu sangatlah panas. Situasi seperti ini tidak bisa diterima, kami harus memperbaikinya," lanjut Bradl dikutip dari TheRace.

Bukan cuma Honda yang mengalami kendala pada fairing dan pengaturan aliran udara. Ducati beberapa tahun lalu punya masalah yang sama, namun kemudian mereka bisa memperbaikinya. Paket aerodinamis Ducati kini tak cuma semata untuk kebutuhan menambah downforce, tapi juga membantu mendinginkan motor serta pebalap.

Keluhan yang sama terlontar dari Pol Espargaro. Membalap dengan kondisi memar akibat crash di latihan bebas pertama, Pol dipaksa menyerah dengan keadaan. Dia mengeluhkan kondisi panas di mana motornya mencapai suhu 100 derajat celcius dan di dalam sepatu bootnya mencapai 50 derajat celsicus.

"Aku tidak bisa bernapas dan saya menjadi sedikit pusing, plus merasakan panas di sepatu. Itu masalah yang sudah kami punya dalam dua tahun, sejak saya datang. Dan rasanya cukup menyakitkan jadi saya memutuskan untuk menyudahi balapan. Saya tak bisa melanjutkan, itu terlalu ekstrim," tambah Pol.



Simak Video "Repsol Honda: Segalanya Berubah Sejak MotoGP Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT