ADVERTISEMENT

Jorge Martin Pecahkan Rekor Kecepatan MotoGP, Bagaimana Rasanya Ngebut 363,6 Km/Jam?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 31 Mei 2022 07:34 WIB
SCARPERIA, ITALY - MAY 27: Jorge Martin of Spain and Pramac Racing rides during the free practice of the MotoGP Gran Premio d’Italia Oakley at Mugello Circuit on May 27, 2022 in Scarperia, Italy. (Photo by Steve Wobser/Getty Images)
Jorge Martin bikin rekor top speed baru di MotoGP (Getty Images/Steve Wobser)
Jakarta -

Pebalap Pramac Ducati, Jorge Martin, memecahkan rekor kecepatan MotoGP. Dia memacu motor Ducati Desmosedici GP22 hingga 363,6 km/jam! Itu menjadi kecepatan tertinggi sepanjang sejarah MotoGP.

Rekor kecepatan itu diraih Martin di lap kedua MotoGP Italia 2022 yang digelar di Sirkuit Mugello. Sirkuit ini memang terkenal dengan lintasan lurus yang panjang. Beberapa kali rekor kecepatan MotoGP dipecahkan di sirkuit ini.

Liintasan lurus panjang menjadi momen para pebalap MotoGP memacu motor sampai batasnya. Sirkuit itu memiliki lintasan lurus sepanjang 1.141 meter, dengan total panjang sirkuit 5,2 km. Tak heran, 8 dari 10 rekor kecepatan motor MotoGP dicapai di lintasan lurus Sirkuit Mugello.

Jorge Martin berbicara soal perasaannya memacu motor Ducati Desmosedici GP22 hingga batas maksimal. Dia bilan,g itu sangat berisiko.

"Ini sangat berisiko karena ketika Anda masuk ke tikungan pertama, sungguh menakjubkan bagaimana angin menggerakkan motor. Atau saat Anda dekat dengan pengendara lain yang sedang menjulurkan kakinya. Tetap saja, ini perasaan yang menyenangkan untuk dikendarai dengan sangat cepat," jelas Martin seperti dikutip Speedweek.

Meski bisa memecahkan rekor kecepatan MotoGP, Martin tak harus puas finis di urutan ke-13. Dia curhat sempat mengalami kendala teknis pada motornya.

"Pada lap keenam saya memiliki beberapa masalah dengan gearbox karena saya tidak bisa berpindah dari gigi dua ke tiga dengan mudah. Itu menghabiskan banyak waktu saya," keluhnya.

"Saya memiliki masalah besar di tikungan terakhir dan pertama karena saya tidak bisa mengganti gigi sesuka hati. Saya terjebak di gigi tinggi. Terkadang saya harus mengoperasikan tuas persneling empat atau lima kali untuk mengganti gigi," sebutnya.

"Saya berada di grup depan, tetapi karena masalah ini, banyak pebalap menyalip saya. Kecepatannya akan cukup baik untuk mencapai hasil 6 besar. Saya merasa lebih baik di atas motor, tapi sayangnya tidak ada yang bisa saya lakukan. Setidaknya kami menyelesaikan balapan, itu memberi kami sedikit lebih percaya diri," kata Martin.



Simak Video "MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/dry)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT