Aleix Espargaro Bawa Aprilia Jadi Juara Usai Diremehkan dan Dibilang 'Sampah'

ADVERTISEMENT

Aleix Espargaro Bawa Aprilia Jadi Juara Usai Diremehkan dan Dibilang 'Sampah'

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 05 Apr 2022 07:32 WIB
MotoGP - Grand Prix of Argentina - Autodromo Internacional, Termas de Rio Hondo, Argentina - April 3, 2022 Aprilia Racings Aleix Espargaro during the warm up before the race REUTERS/Agustin Marcarian
Aleix Espargaro antarkan Aprilia juara MotoGP Argentina. Foto: REUTERS/AGUSTIN MARCARIAN
Jakarta -

Aleix Espargaro menorehkan sejarah di MotoGP Argentina 2022. Untuk pertama kalinya, Espargaro meraih juara MotoGP. Ini juga sekaligus menjadi kemenangan pertama bagi Aprilia.

Aprilia pertama kali berkiprah di kelas MotoGP pada 2015. Sejak saat itu, tim pabrikan asal Italia ini belum pernah menorehkan kemenangan. Bahkan, motor Aprilia RS-GP kerap dipandang sebelah mata.

Menurut Espargaro, tak banyak pebalap yang ingin gabung ke Aprilia. Apalagi pebalap muda yang kini balapan di kelas Moto2, mereka lebih memilih pabrikan lain ketimbang Aprilia.

"Sejak hari pertama saya mengatakan saya akan mencoba untuk menempatkan motor ini di puncak. Saya tidak pernah berharap itu akan memakan waktu begitu lama, tetapi akhirnya kami mencapainya. Bahkan tiga tahun lalu kami mencoba meyakinkan beberapa pebalap muda untuk datang, yang sekarang berada di Moto2, dan mereka mengatakan, 'Kami lebih suka menunggu motor lain' jadi ini sebenarnya memberi saya lebih banyak rasa lapar, memberi saya motivasi ekstra, karena saya berkata, 'Oke, kamu akan mengingat hari ini sebagai hari yang tidak baik dalam hidupmu, ketika kamu mengatakan tidak pada Aprilia'. Dan sekarang aku bahagia," ucapnya.

BahkanAprilia sempat dapat komentar pedas dari Scott Redding. Mantan rider Aprilia itu sempat kesal lantaran performa motornya. Redding yang kini jadi pebalap World Superbike (SBK) pernah melontarkan makian kepada motor Aprilia RS-GP pada 2018 lalu. Dia tidak bisa menahan emosinya dan mengkritik keras motor RS-GP di balapan MotoGP Austria 2018 lalu. Dia hanya mampu finis di urutan ke-20 meski saat sesi latihan menempati tiga besar pebalap tercepat.

Aprilia Racing Team Gresini Spanish rider Aleix Espargaro celebrates on the podium after winning the Argentina Grand Prix MotoGP at the Termas de Rio Hondo circuit, in Termas de Rio Hondo, in the Argentine northern province of Santiago del Estero, on April 3, 2022. (Photo by Juan Mabromata / AFP)Aleix Espargaro merayakan kemenangan di MotoGP Argentina (Photo by Juan Mabromata / AFP) Foto: AFP/JUAN MABROMATA

"Anda tidak bisa membuat secuil 'sampah' bersinar. Saya tahu kedengarannya kasar dan saya tidak seharusnya mengatakannya, tapi begitulah adanya," ujar Redding kala itu.

Kini, Espargaro membuktikan bahwa Aprilia juga bisa kompetitif di MotoGP. Ia ingat betul betapa dirinya sempat menderita dengan motor Aprilia.

"Ini adalah musim keenam saya bersama Aprilia. Saya tahu seberapa jauh perjalanan kami ke puncak, saya ingat betapa kami menderita. Hari ini kami membuktikan bahwa kami memiliki motor tercepat di dunia. Itu sesuatu yang membuat saya bahagia," ucap Espargaro usai merebut pole positions, seperti dikutip Speedweek.

"Perasaan yang bagus ketika Anda menjadi yang tercepat di sirkuit. Saya mendedikasikan kesuksesan ini untuk semua orang yang terlibat dalam proyek MotoGP di Aprilia, termasuk teknisi di departemen balap yang tidak berada di trek tetapi di Noale (kota markas Aprilia)," ucapnya.

Sepanjang akhir pekan di Argentina, Espargaro sangat pede dengan motor Aprilia RS-GP tunggangannya. Dia menyebut bisa balapan pakai motor ini dengan nyaman.

"Motor kami terasa sangat baik hari ini, terutama dengan ban depan yang keras," ucap pebalap Spanyol yang baru merasakan kemenangan GP pertamanya itu.

"Saya bisa mengerem terlambat dan saya bisa mengemudi dengan kecepatan menikung tinggi. Motornya bekerja dengan baik hari ini. Kecepatan balapan juga mengesankan," ucapnya.

ApriliaRS-GP 2022 yang mengantar Espargaro juara di MotoGP Argentina menggendong mesin liquid-cooled, four stroke,DOHC4 pneumatic valves V4 1.000 cc. Menurut spesifikasinya, mesin itu sanggup menghasilkan tenaga setara 251 daya kuda dan kecepatan maksimum 350 km/jam.



Simak Video "Marc Marquez: Roger Federer Seperti Valentino Rossi"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT