Aturan Nonton WSBK di Mandalika: Tes Antigen/PCR, Dilarang Bawa Payung-Tongkat Selfie

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 18 Nov 2021 14:58 WIB
Pengecatan lintasan sirkuit Mandalika telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Pengecatan itu membuat lintasan sirkuit Mandalika makin keren. Penasaran?
Sirkuit Mandalika akan menggelar balap WSBK. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI
Jakarta -

Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan menggelar World Superbike (WSBK) pada akhir pekan ini. Pihak penyelenggara pun sudah merilis peraturan menonton WSBK, beberapa di antaranya adalah penonton tidak boleh membawa payung dan tongkat selfie alias tongsis.

WSBK Mandalika siap digelar akhir pekan ini (19-21 November 2021) di Pertamina Mandalika International Street Circuit. Agar penonton dapat menikmati balapan tersebut dengan aman dan nyaman, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Mandalika)/The Mandalika bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai bagian dari ITDC Group, telah menetapkan jumlah regulasi yang wajib dipatuhi penonton saat menyaksikan event di sirkuit.

Dikutip dari situs resmi ITDC, persyaratan menonton paling utama adalah wajib memiliki tiket, berusia 12 tahun ke atas, sudah dua kali menerima vaksin COVID-19, menunjukkan hasil swab antigen (1x24 jam)/PCR (2x24 jam) negatif COVID-19 melalui aplikasi PeduliLindungi, serta QR Kode ketika memasuki area Sirkuit. Jika penonton belum terdaftar pada aplikasi PeduliLindungi, diwajibkan untuk menunjukkan hasil tes swab antigen/PCR dari Rumah Sakit/Klinik serta sertifikat vaksin dengan prosedur yang dikirim ke email terdaftar.

Persyaratan berikutnya, penonton wajib duduk di kursi Grand Stand/tribun penonton yang sesuai dengan kategori tiket yang dibeli, tidak masuk ke area-area yang dibatasi atau dilarang aksesnya, serta menjaga kebersihan di area sirkuit dan sekitarnya. Guna mengantisipasi cuaca terik atau hujan, penonton disarankan untuk membawa kaca mata hitam, tabir surya , topi, dan jas hujan.

Adapun hal-hal yang dilarang adalah, penonton tidak diizinkan membawa payung, senjata atau benda berbahaya, drone, wadah kaca, tongkat selfie atau benda besi lainnya, benda atau cairan yang mudah terbakar, ransel atau tas besar, laser, minuman beralkohol, poster bendera maupun spanduk, terompet , serta makanan dan minuman dari luar.

Ketika penonton membutuhkan makanan atau minuman, ada booth penyedia makanan dan minuman yang tersedia di dekat masing-masing Grand Stand. Penonton juga tidak diizinkan untuk membuat film atau mengambil video, termasuk video langsung, dari segala penjuru atas area sirkuit dan trek balap, menggunakan kamera profesional maupun handphone.

Sementara itu, guna mengakomodir penonton bertiket yang datang menggunakan kendaraan pribadi, ITDC-MGPA menyediakan dua kantong parkir yakni Parkir Timur di area Batu Kotak dan Parkir Barat yang berada di seputar Bazaar Mandalika. Di area kedua ini akan tersedia ticket box sebagai lokasi penukaran tiket e-voucher dengan wrist band. Penonton yang menukarkan tiket, wajib membawa identitas diri sesuai dengan tiket yang akan ditukarkan dan tidak dapat diwakilkan.

Penonton dapat melakukan penukaran tiket harian pada hari yang sama. Sementara bagi penonton dengan tiket 3 days pass disarankan untuk menukarkan tiket pada hari Jumat, 19 November 2021. Semua persyaratan utama seperti tiket dan sertifikasi akan dicek di ticket box sebelum penonton dapat menaiki shuttle bus area sirkuit. Ticket box buka sejak pukul 07.00 WITA setiap hari.

"Regulasi ini berlaku selama event WSBK dan IATC berlangsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit. Seluruh syarat dan ketentuan yang perlu kami sampaikan semata-mata demi keamanan dan kenyamanan penonton dalam menonton acara. Kami juga mengimbau para penonton untuk membawa barang-barang yang penting saja dan tidak membawa barang secara berlebihan karena kami tidak menyediakan tempat penyimpanan barang dan tidak bertanggung jawab atas keamanan barang-barang yang tidak bisa dibawa ke dalam area Sirkuit," terang Direktur Utama MGPA, Ricky Baheramsjah.

"Semoga penonton dapat mengikuti seluruh regulasi yang telah kami tetapkan sehingga pelaksanaan balapan dapat berjalan dengan baik menunjukkan pada dunia kita adalah tuan rumah yang baik dan mampu menyelenggarakan acara balap motor berkelas internasional," tutup Ricky.

(lua/din)