Tak ada Anggaran untuk Formula E di APBD Perubahan 2021, JakPro Wajib Cari Sponsor

Tiara Aliya Azzahra - detikOto
Jumat, 15 Okt 2021 07:13 WIB
BERLIN, GERMANY - MAY 25: In this handout from FIA Formula E -  Alexander Sims (GBR) BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.18 at Tempelhof Airport on May 25, 2019 in Berlin, Germany. (Photo by FIA Formula E/Handout/Getty Images)
Ilustrasi Formula E Foto: (Getty Images)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta pastikan tidak ada anggaran untuk Formula E 2021. Lalu bagaimana nasib Formula E?

Dalam pemberitaan detik.com dijelaskan Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta telah menyepakati rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) APBD tahun anggaran 2021 sebesar Rp 79,52 triliun. Meski demikian didalamnya tidak terdapat anggaran anggaran Formula E.

"Anggaran Formula E kan sudah dianggarkan sebelumnya, dan untuk di tahun ini tidak ada anggaran untuk itu," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/10/2021) kemarin.

Ke depannya, JakPro akan berupaya mencari sponsorship agar APBD DKI tak lagi mengucurkan dana untuk Formula E. Karena anggaran event balap mobil listrik itu sudah tercantum dalam APBD-P 2019 dan APBD 2020.

"Anggaran untuk komitmen dan lain-lain, itu kan sudah dibayarkan di anggaran sebelumnya," tegasnya.

"Ke depan, seperti yang sudah disampaikan nanti JakPro akan menggalang dana untuk kepentingan formula E dari pihak ketiga, pihak swasta, dari sponsor dari publik dan dari semua," sambungnya.

Uji aspal Formula E di MonasIlustrasi uji aspal Formula E di Monas Foto: Pool (Pemprov DKI Jakarta)

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah memberikan penjelasan soal penggunaan APBD DKI untuk Formula E. Penjelasan itu dipaparkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta dalam dokumen 'Katanya Vs Faktanya Formula E' yang dilihat detikcom, Rabu (29/9/2021).

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah memberikan penjelasan soal penggunaan APBD DKI untuk Formula E. Penjelasan itu dipaparkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta dalam dokumen 'Katanya Vs Faktanya Formula E' yang dilihat detikcom, Rabu (29/9/2021).

Pemprov menjelaskan soal 'katanya' Formula E hanya untung jika digelar selama 5 tahun berturut-turut dan hanya dua kota yang melakukan hal itu serta mengalami kerugian. Pemprov DKI menjawab dengan mengungkap kesepakatan terbaru dengan FEO selaku penyelenggara Formula E.

"Hasil kesepakatan baru antara JakPro dengan FEO, adalah periode pelaksanaan disesuaikan 3 tahun, yaitu 2022, 2023, dan 2024," ucap Pemprov DKI.

Pemprov DKI mengatakan kerugian bakal terjadi jika Formula E hanya satu kali digelar di Jakarta. Salah satu kerugiannya, menurut Pemprov DKI, infrastruktur Formula E yang telah dibangun akhirnya tak bisa dimanfaatkan maksimal.

Berikutnya, barulah Pemprov DKI menjelaskan soal penggunaan APBD DKI Jakarta untuk Formula E. Penjelasan itu disampaikan untuk menjawab 'katanya' commitment fee Formula E berjumlah Rp 2,3 triliun dan biaya pelaksanaan Rp 4,4 triliun.

Desain Sirkuit Formula E JakartaDesain Sirkuit Formula E Jakarta Foto: ist.

"Faktanya, commitment fee adalah Rp 560 miliar (bukan hanya untuk tahun pertama, tapi untuk semua tahun penyelenggaraan)," tulis Pemprov DKI.

Pemprov DKI juga mengungkit gelaran Formula E ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD dan menjadi Perda Nomor 7 Tahun 2019. Pemprov DKI menyatakan tak ada lagi tambahan biaya dari APBD untuk pelaksanaan Formula E 2022, 2023, dan 2024.

"Tidak ada lagi tambahan biaya dari APBD untuk pelaksanaan Formula E, baik untuk 2022, 2023, dan 2024. Biaya pelaksanaan per tahun sekitar Rp 150 miliar, tidak dibayar oleh APBD tapi akan bersumber dari sponsorship yang akan dilakukan oleh JakPro. Dalam perjanjian kerja sama yang terkini, tidak ada keperluan untuk dibuatkan bank garansi," tulis Pemprov DKI.



Simak Video "Tak ada Anggaran Formula E di APBD Perubahan 2021, JakPro Wajib Cari Sponsor"
[Gambas:Video 20detik]
(taa/lth)