Halo di F1, Malaikat Penyelamat yang Bisa Tahan Beban Seberat Bus Tingkat

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 30 Nov 2020 12:52 WIB
MONZA, ITALY - SEPTEMBER 02:  Max Verstappen of Netherlands and Red Bull Racing sits in his car fitted with the halo during practice for the Formula One Grand Prix of Italy at Autodromo di Monza on September 2, 2016 in Monza, Italy.  (Photo by Dan Istitene/Getty Images)
Perangkat Halo di mobil Formula 1 diklaim bisa melindungi pebalapnya. Foto: Dan Istitene/Getty Images
Jakarta -

Mobil Formula 1 saat ini diwajibkan dilengkapi dengan perangkat keselamatan yang disebut Halo. Dengan perangkat Halo, mobil F1 diklaim jadi lebih kuat dan mampu melindungi pebalap ketika ada kecelakaan.

Yang terbaru, Romain Grosjean mengklaim dirinya bisa selamat dari kecelakaan nahas berkat teknologi Halo. Mobil menabrak pembatas sirkuit dan terbakar hebat di GP Bahrain semalam.

Perangkat proteksi perlindungan kokpit yang disebut Halo telah diadopsi di Formula 1 sejak 2018. Halo adalah struktur titanium berlapis serat karbon yang berada di atas kokpit mobil F1. Ini mampu menahan dampak besar yang berpotensi menyelamatkan nyawa pengemudi.

Menurut Mercedes, struktur titanium mampu menahan bobot berat. Bahkan, Mercedes menyebut struktur titanium pada perangkat Halo bisa menahan sebuah bus tingkat. Artinya, rangka logam seberat 7 kg ini bisa menahan beban hingga 12 ton.

Jadi, ketika ada benda berat beterbangan dan jatuh, pebalap F1 bisa terlindungi dengan perangkat bernama Halo ini.

Pengungkapan menakjubkan dibuat oleh kepala teknis Mercy, James Allison, yang mengakui bahwa memasukkan perangkat keselamatan baru ke dalam desain mobil Formula 1 telah menjadi 'tantangan yang signifikan'.

MONZA, ITALY - SEPTEMBER 02:  Max Verstappen of Netherlands and Red Bull Racing sits in his car fitted with the halo during practice for the Formula One Grand Prix of Italy at Autodromo di Monza on September 2, 2016 in Monza, Italy.  (Photo by Dan Istitene/Getty Images)Perangkat Halo di atas kokpit Formula 1 Foto: Dan Istitene/Getty Images

"Ini bukan pekerjaan ringan, ini beberapa kilogram titanium yang perlu dimasukkan ke dalam mobil," katanya seperti ditayangkan laman resmi Formula 1 pada 2018 lalu.

"Ada perubahan yang perlu kami lakukan untuk mengakomodasi itu untuk memastikan mobil secara keseluruhan tetap berada di bawah batas berat. Ini juga tidak ringan karena membutuhkan beban yang sangat tinggi."

"Kami harus memperkuat desain sasis sehingga dapat menahan berat bus tingkat London yang duduk di atas Halo."

"Kami perlu memastikan itu akan cukup kuat untuk menahan jenis peristiwa yang dirancang untuk melindungi pengemudi."

Sistem ini tidak dikembangkan oleh tim, tetapi diproduksi oleh tiga pabrikan eksternal yang disetujui dan dipilih oleh FIA. Sehingga, sistem Halo memiliki spesifikasi yang sama untuk semua mobil Formula 1.

Dalam simulasi yang dilakukan oleh FIA, dengan menggunakan data dari 40 insiden nyata, penggunaan sistem tersebut menyebabkan peningkatan teoritis 17% dalam tingkat kelangsungan hidup pebalap.



Simak Video "Momen Dramatis Hamilton Juara dengan Ban Pecah"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)