Sabtu, 10 Okt 2020 10:08 WIB

Yamaha Tinggal Punya 1 Mesin buat MotoGP 2020

Rangga Rahadiansyah - detikOto
SPIELBERG, AUSTRIA - AUGUST 14:  Fabio Quartararo of France and Petronas Yamaha SRT   leads Franco Morbidelli of Italy and Petronas Yamaha SRT  during the MotoGP Of Austria - Free Practice at Red Bull Ring on August 14, 2020 in Spielberg, Austria. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Quartararo membuka segel mesin terakhirnya. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Sejak MotoGP 2020 dimulai, motor Yamaha mengalami masalah. Bagian mesin motor Yamaha YZR-M1 bermasalah sehingga keempat pebalapnya membuka segel mesin berikutnya.

Seperti diketahui, tim unggulan MotoGP mendapat jatah 5 mesin untuk melakoni 14 seri balapan MotoGP musim 2020 ini. Yamaha hanya dibolehkan menggunakan lima mesin per pebalap selama satu musim. Kini, jatah kelima mesin pebalap Yamaha sudah dihabiskan semua.

Empat pebalap Yamaha dari tim pabrikan maupun satelit mengandalkan jatah mesin terakhirnya untuk sisa balapan MotoGP 2020. Sebelumnya, Valentino Rossi, Maverick Vinales dan Franco Morbidelli membuka segel mesin kelima.

Kabar terbaru, Fabio Quartararo yang mengaku tak mengalami masalah pada mesinnya kini telah membuka segel mesin terakhirnya. Bahkan, dilansir GP One, Quartararo menggunakan mesin kelima sekaligus mesin terakhirnya setelah latihan bebas 3 di Catalunya, dua pekan lalu.

Diberitakan Crash, masalah mesin yang dihadapi oleh Yamaha sudah terungkap. Dapat dikonfirmasi bahwa mesin Yamaha bermasalah di katupnya. Sebelumnya muncul spekulasi masalah itu ada di sensor pembuangan.

Valentino Rossi dan Morbidelli gagal finis saat balapan di Jerez. Mesin motor Rossi mati setelah ada peringatan merah di dasbor saat melakoni MotoGP Spanyol. Sementara Morbidelli merasakan hal yang sama di MotoGP Andalusia yang masih menggunakan sirkuit Jerez. Mesin motor Morbidelli bermasalah tanpa ada tanda-tanda di dasbornya. Vinales juga merasakan hal aneh di motornya saat kualifikasi di Jerez. Ia mendengar suara tak normal pada mesin motornya.

Untuk mengakali masalah itu, kecepatan putaran mesin dikurangi 500 rpm. Dengan begitu diharapkan mesin terakhir Yamaha di MotoGP 2020 masih bisa bertahan.

Jika pebalap Yamaha menggunakan mesin tambahan keenam, maka mereka harus start dari pit lane atau mendapatkan penalti saat balapan. Keputusan menggunakan mesin tambahan tergantung kepada tim.



Simak Video "3 Aksi Apik Quartararo yang Masih Jadi Pemuncak MotoGP 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com