Senin, 14 Sep 2020 17:28 WIB

Finis Pertama, Morbidelli Bersyukur Jadi Murid Valetino Rossi

Rizki Pratama - detikOto
DOHA, QATAR - MARCH 07: (L-R) Franco Morbidelli of Italy and Petronas Yamaha SRT,  Valentino Rossi of Italy and Yamaha Factory Racing and Francesco Bagnaia of Italy and Alma Pramac Racing pose on track during MotoGP of Qatar - Previews at Losail Circuit on March 07, 2019 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Rossi bersama muridnya. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Franco Morbidelli finis terdepan untuk pertama kalinya di MotoGP 2020. Kendati menjadi yang tercepat kemarin, Morbidelli bukan kacang yang lupa kulitnya.

Sebagai jebolan VR46 Riders Academy, Morbidelli merasa sangat beruntung dapat menyerap ilmu di sekolah balap milik Valentino Rossi. Tidak hanya dirinya, apa yang dilakukan Rossi juga telah berdampak pada masa depan pebalap muda asal Italia lainnya.

"Saya pikir kuncinya adalah pembalap terhebat yang memutuskan untuk membuat lingkungan untuk pebalap baru, untuk membuat anak-anak tumbuh dewasa. Inilah alasan mengapa kita melihat begitu banyak pembalap muda dan kuat. Mereka hampir semuanya berasal dari akademi, tentu saja ada pebalap lain tapi saat ini nampaknya pebalap akademi adalah yang teratas," umbar Morbidelli.

Ia melihat Rossi telah melakukan sebuah perbuatan mulia karena memberikan kesempatan dan membangun mimpi pebalap muda di Italia. Selain menjadi seorang guru, Morbidelli juga mengagumi Rossi karena bisa dianggap sebagai teman.

"Valentino adalah seorang juara, dia memiliki banyak fasilitas untuk ditinggali, untuk bekerja, untuk menjadi pembalap yang baik dan menjadi seorang profesional dan atlet yang baik. Dia telah menempatkan pengetahuan dan fasilitasnya untuk melayani kita, jadi itu adalah tindakan yang sangat mulia darinya. Dia adalah seorang teman, dia adalah paman yang besar, saya suka meneleponnya karena saya memberinya rasa hormat yang besar daripada yang saya berikan untuk orang lain," ungkap Morbidelli.

Francesco Bagnaia yang juga merupakan murid Rossi juga mengatakan hal senada. Rossi bahkan tak selamanya mengajar, terkadang ia juga belajar dari yang lebih muda dan menjadikan takaran untuk tetap kompetitif di usianya.

"Dia memanfaatkan kami untuk menjadi kuat hari ini dan di Jerez, jadi kami saling membantu dan kami selalu meminta sesuatu dari Vale untuk lebih memahami bagaimana menjadi lebih cepat," tutupnya.



Simak Video "Duh, Sakitnya Rossi Gagal Podium Ditikung Joan Mir di Lap Terakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com