Kamis, 13 Feb 2020 08:04 WIB

5 Fakta Formula E yang Tetap Masuk Monas

Tim detikcom - detikOto
BERLIN, GERMANY - MAY 25: In this handout from FIA Formula E -  Alexander Sims (GBR) BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.18 at Tempelhof Airport on May 25, 2019 in Berlin, Germany. (Photo by FIA Formula E/Handout/Getty Images) Balapan mobil listrik Formula E. Foto: (Getty Images)
Jakarta -

Formula E akan digelar di Jakarta, pada Juni 2020 mendatang. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengajukan desain lintasan Formula E.

Meski sempat menuai kontroversi, sirkuit Formula E kemungkinan besar akan tetap menggunakan kawasan Monas. Sebabnya, Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg) tidak menyetujui rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar Formula E di kawasan Monas.

Namun, Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka mengizinkan Formula E boleh kebut-kebutan di Kawasan Medan Merdeka. Hal itu tertuang dalam surat yang diteken Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, Pratikno, nomor B-3KPPKMM/02/2020.

Berikut 5 fakta Formula E Jakarta yang tetap masuk Monas.

1. Diajukan Anies, Tetap Masuk Monas

Anies mengajukan rancangan sirkuit Formula E melalui surat yang dia tandatangani dan ditujukan pada Menteri Sekretaris Negara. Meski sempat jadi perdebatan, sirkuit adu balap mobil listrik itu pada akhirnya tetap melewati area Monumen Nasional (Monas).

Rencana desain sirkuit Formula E, tetap masuk Monas. Rencana desain sirkuit Formula E, tetap masuk Monas. Foto: ist.

Berpatokan pada peta tersebut, terlihat sirkuit menggunakan trek lurus panjang di Jalan Merdeka Selatan. Lalu berbelok ke kanan masuk area silang Monas dekat patung Arjuna Wijaya. Di area silang monas sepertinya akan dilakukan modifikasi trek sehingga mobil Formula E bisa berputar balik di dalamnya.

Dari sisi selatan silang monas, mobil diarahkan ke luar kembali ke Merdeka Selatan.

Meski belum ada keterangan resmi, garis start/finis sepertinya terletak tepat di tepi Monumen Nasional. Pada sisi tersebut sudah disiapkan Presidentsial Suite, yang umum dipakai untuk menjamu tamu-tamu VVIP.

Terlihat juga lintasan bercabang pada sisi tersebut. Ini biasanya digunakan sebagai pit lane dan pit stop, yang artinya titik start/finis juga ada di sana.

2. Diumumkan Setelah Dapat Restu Formula E

Meski layout sirkuit Formula E sudah diajukan ke Menteri Sekretaris Negara, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang ditunjuk sebagai pelaksana dan penyedia infrastrtuktur penjamuan balap mobil listrik Formula E belum mau berkomentar. Deputy Director Communications Formula E JakPro, Hilbram Dunar, menyebut pihaknya akan segera mengumumkan desain sirkuit Formula E.

"Dalam waktu dekat akan kami umumkan desain sirkuitnya. Sabar ya," kata Hilbram saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (12/2/2020).

Balapan Formula E akan mengadu cepat mobil formula bertenaga listrik. Balapan Formula E akan mengadu cepat mobil formula bertenaga listrik. Foto: (Getty Images)
Sebelumnya, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto dalam keterangan tertulis, mengatakan pengumuman lokasi akan dilakukan sesegera mungkin.

"Pengumuman lokasi sirkuit pengganti akan dilakukan setelah disetujui oleh FEO (Formula E Operations) dan FIA selaku partner penyelenggaraan Formula E Jakarta," kata Dwi beberapa waktu lalu.

3. Beda Desain Sirkuit Formula E Rencana Awal dan yang Diajukan Anies

Desainnya cukup berbeda dengan rencana awal yang pernah dipaparkan Jakarta Propertindo (JakPro) yang ditunjuk sebagai pelaksana dan penyedia infrastruktur penjamuan balap mobil listrik Formula E, November 2019 lalu. Perbedaannya terutama ada pada bagian dalam kawasan Monas.

Rencana awal desain sirkuit Formula E. Rencana awal desain sirkuit Formula E. Foto: Arief Ikshanudin/detikcom

Pada rencana awal yang pernah dipaparkan JakPro, sirkuit jalanan untuk Formula E akan mengitari Monas di dalam kawasan Monas. Rencana awalnya, dari Jalan Medan Merdeka Selatan mengarah ke arah patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda. Kemudian, masuk ke kawasan Monas dari gerbang silang barat daya Monas, yakni pertemuan Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Selatan. Setelah melewati gerbang silang barat daya, sirkuit akan mengitari Monas melalui sisi barat, sisi utara, sisi timur kawasan Monas dan keluar ke gerbang di belakang Stasiun Gambir. Lintasan kemudian kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan.

Namun, rancangan sirkuit yang diajukan Anies berbeda di dalam kawasan Monas. Awalnya tetap sama, yaitu menggunakan Jalan Medan Merdeka Selatan mengarah ke patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda. Kemudian, masuk ke kawasan Monas dari gerbang silang barat daya Monas. Setelah masuk kawasan Monas, mobil balap Formula E akan diajak putar balik di sisi barat kawasan Monas. Kemudian menyusuri sisi selatan Kawasan Monas, hingga menuju gerbang di belakang Stasiun Gambir. Setelah itu, lintasan kembali ke Jalan Merdeka Selatan.

4. Punya 11 Tikungan, Panjang 2,6 Km

Mobil balap Formula E akan memutari sirkuit jalan raya searah jarum jam. Trek ini memiliki panjang lintasan total 2,6 km. Total, ada 11 tikungan dalam lintasan balap Formula E di Monas, Jakarta, tersebut.

5 Fakta Formula E yang Tetap Masuk MonasFoto: Ist.

Selain itu, akan disediakan juga area fan zone dan e-village, yakni wahana edukasi dan rekreasi publik yang memperkenalkan teknologi ramah lingkungan. Area itu akan mengisi tempat di silang Monas sisi barat laut. Luasnya akan menyesuaikan dengan ketentuan tuan rumah.

Untuk media dan staf pelaksana kegiatan akan menempati sisi timur Kawasan Monas.

5. Tanpa Pebalap Indonesia

Sayangnya, Jakarta hanya menjadi 'pelayan' dalam menggelar ajang balap mobil listrik dunia ini.
Disebut pelayan karena sejauh ini tidak ada pebalap Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi. Syarat utama pebalap Indonesia bisa turut serta di Formula E tentu dipilih atau mengajukan diri ke tim yang berpartisipasi.

"Tergantung dari manufaktur. Kalau ada pebalap Indonesia yang mengajukan, tapi keputusan itu tetap di tim yang ikut Formula E karena sudah punya pebalap masing-masing," kata Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI), Jeffrey JP kala dihubungi detikcom, Rabu (12/2/2020).

Balapan mobil listrik Formula E. Sayangnya belum ada pebalap Indonesia yang ikut Formula E. Balapan mobil listrik Formula E. Sayangnya belum ada pebalap Indonesia yang ikut Formula E. Foto: (Getty Images)
Ia menambahkan ada kondisi lain yang membuat pebalap Indonesia bisa duduk di belakang kemudi mobil balap Fomula E. Sebagai contoh apabila ada pebalap dari tim tertentu yang berhalangan sehingga harus mencari penggantinya sementara.

"Kecuali ada (pebalap) yang berhalangan berarti bisa melakukan peninjauan," tambah Jeffrey.

Sampai saat ini pun sepengetahuan IMI belum ada pebalap Indonesia yang mengajukan proposal kepada tim balap Formula E. Ia menegaskan tidak ada cara lain untuk ikut berpartisipasi selain dari keputusan tim balap Formula E.

"Belum ada yang mengajukan. Mereka harus mengajukan terlebih dahulu supaya bisa dinominasikan. Cuma itu ya, mereka harus dinominasikan atau menghubungi langsung tim yang terdaftar," tutur Jeffrey.



Simak Video " Formula E Jakarta Jadinya di GBK?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com