Senin, 07 Okt 2019 12:06 WIB

Marquez Bisa Cemerlang di MotoGP Thailand, Kenapa Lorenzo Tidak?

Luthfi Anshori - detikOto
Jorge Lorenzo. Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images Jorge Lorenzo. Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta - Pebalap Repsol Honda Team Marc Marquez berhasil meraih gelar juara dunia kedelapan kalinya. Gelar kedelapan bahkan diperoleh dengan cukup fenomenal, sebab balap MotoGP masih menyisakan 4 seri lagi. Marquez mengunci gelar juara dunia di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, Minggu kemarin, setelah bertarung dengan pebalap Yamaha Fabio Quartararo hingga tikungan terakhir.

Prestasi yang diraih Marquez di musim balap 2019 bertolak belakang dengan capaian rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Lorenzo tampak masih terus mencari setingan yang sesuai di motor RC213V-nya. Di seri MotoGP Thailand, Lorenzo harus puas berada di posisi 18 dan berjarak 54,7 detik dari RC213V milik Marquez.



Lorenzo sendiri kecewa berat atas hasil yang diraih di MotoGP Thailand, terlebih dengan gap sejauh itu dengan posisi nomor satu. "Saya mendapat pengalaman lebih banyak dengan motor. Tapi hasil balapannya sungguh mengecewakan," kata Lorenzo dikutip detikcom dari Speedweek.

Lorenzo menjelaskan, ia berusaha melakukan yang terbaik, namun ia mengaku mengalami kendala besar di sektor pengereman. Saat pengereman, Lorenzo mengaku roda belakang tergelincir terlalu keras. Penyebabnya diduga karena engine brake yang bermasalah. Artinya, masih ada masalah besar di mesin yang ia gunakan.

"Motor terlalu rumit dan tidak bisa melambat seperti yang saya inginkan. Ketika level grip turun, saya mendapat masalah besar. Dan saya akan kehilangan banyak waktu," terangnya.



Namun Lorenzo tidak ingin berlarut-larut meratapi hasil tersebut, pebalap yang pernah membela Yamaha dan Ducati itu bersiap menatap seri MotoGP selanjutnya yang akan digelar di Sirkuit Motegi Jepang.

"Saya hanya bisa berharap bahwa di Motegi motor kami akan menjadi lebih baik daripada di (Thailand) sini," ujar Lorenzo.

Lorenzo juga mengatakan bahwa Sirkuit Motegi menjadi salah satu lintasan balap favoritnya karena memiliki banyak grip dan minim area bumpy.

"Saya pikir kita bisa lebih kompetitif. Tapi kita harus menjadi lebih kuat di zona pengereman. Di Buriram, saya bahkan lebih buruk daripada di Aragón. Namun demikian, kita harus terus bekerja dengan sebaik mungkin, supaya lebih dekat ke tujuan. Saya menargetkan untuk berjarak paling banyak 30 detik dari pemenang," pungkasnya.

Simak Video "Video Marquez Menggila di MotoGP Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com