Sabtu, 21 Sep 2019 13:32 WIB

Mampukah PLN Pasok Daya SPKLU?

Rizki Pratama - detikOto
Ilustrasi Formula E Foto: BMW Ilustrasi Formula E Foto: BMW
Jakarta - Mungkin beberapa dari warga Pulau Jawa masih menyimpan ingatan ketika sebagian pulau berpenduduk terbesar ini kehilangan sumber energi listrik. Lantas sanggupkah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai penyedia energi listrik memasok energi untuk infrastruktur kendaraan listrik yang akan tumbuh?

Menjawab pertanyaan tersebut, Senior Manager General Affairs PLN UID Jakarta Raya Tris Yanuarsyah menjamin bahwa SPKLU tidak akan mengganggu arus listrik yang sudah ada. Menurutnya kebutuhan energi listrik untuk SPKLU dan kendaraan listrik relatif kecil sehingga ia merasa PT PLN sanggup mengadakan kebutuhan itu.



"Engga, paling berapa sih ga gede, cas mobil paling berapa," kata Tris singkat saat ditemui di sela-sela persiapan konferensi pers Jakarta E-Prix di Monas, Jakarta Pusat.

Ia menambahkan bahwa pengisian daya mobil listrik umumnya dilakukan di rumah seperti yang terjadi daratan Eropa saat ini. Sementara itu, SPKLU yang ditemui di jalan hanya sebagai kebutuhan mendadak dan mendesak.

Mobil balap Formula EMobil balap Formula E Foto: Pool (Autoevolution)


"Pada dasarnya misal di Prancis charging di pinggir jalan banyak. Tapi yang normal charging baru full 3-4 jam, pada dasarnya cas itu di rumah, (SPKLU) bukan charging utama," imbuhnya.



Untuk SPKLU sendiri tentu memiliki daya yang berbeda dibanding dengan daya listrik rumah. Supaya SPKLU tidak antre, alat pengisinya harus siap melakukan pengisian cepat.

"Mungkin beda (daya), kita bikin yang cepat fast charging," tambahnya.

Simak Video "Resmi! Formula E Digelar di Jakarta 6 Juni 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com