Jumat, 22 Feb 2019 13:43 WIB

Dimas Ekky: Orang Indonesia Suka MotoGP

Luthfi Anshori - detikOto
Dimas Ekky saat membalap di CEV Jerez, Spanyol Foto: Dadan Kuswaraharja Dimas Ekky saat membalap di CEV Jerez, Spanyol Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Pebalap Indonesia, Dimas Ekky Pratama, mengaku antusiasme masyarakat Indonesia akan balapan MotoGP sungguh luar biasa. Hal itu sempat dirasakan saat membalap di Sirkuit Sepang, Malaysia tahun 2018 lalu.

"Orang Indonesia banyak yang suka MotoGP. Contohnya kayak kemarin saat saya jadi replacement rider di (Moto2 2018) Malaysia itu, saya lihat banyak banget orang Indonesia yang datang. Mungkin hampir 50 sampai 60 persen penonton, diisi orang Indonesia," kata Dimas Ekky, kepada detikOto.



Dengan besarnya animo suporter balap motor di Tanah Air, Indonesia seharusnya sudah bisa memiliki fasilitas sirkuit yang mampu menggelar MotoGP. Hal ini akan segera terwujud, soalnya Mandalika, akan menjadi sirkuit MotoGP di Indonesia mulai tahun 2021.

Menurut pebalap yang akan berlaga di Moto2 2019 selama satu musim penuh itu, pemerintah harus melihat efek domino dari keberadaan sirkuit balap bertaraf internasional di sebuah negara.

"Pemerintah itu juga harus memikirkan efeknya. Karena kalau Indonesia bisa bikin sirkuit, kita bisa datangkan turis dari berbagai negara. Devisa negara tambah, yang pesan tiket pesawat ke Indonesia banyak, hotel bakal penuh, rumah makan penuh. Pasti kan dia datang ke Indonesia bukan cuma nonton balapan. Dia juga mau sekalian travelling," lanjut pebalap yang akan berlaga bersama Idemitsu Honda Team Asia itu.

Dimas menyatakan Indonesia memang harus membangun sirkuit balap yang baru. Sebab jika hanya merenovasi Sirkuit Sentul di Bogor, supaya bisa menggelar MotoGP, itu akan percuma.

"Kalau ajang sekelas MotoGP sih bukan cuma bicara sirkuit aja. Kita lihat kalau weekend, daerah Sentul atau Bogor itu macetnya luar biasa. Dan itu nggak bisa kalau dibikin event MotoGP. Akses jalannya pun cuma satu, keluar masuk kendaraan pasti terhambat," terang Ekky.

"Karena saya pengalaman di (sirkuit) Barcelona, ada 2 jalan tol, ada 4 baris jalan raya. Itu bisa mencegah macet, karena banyak pilihan jalurnya. Harus dipikirkan juga, bikin sirkuit baru di tempat baru. Dimanapun, yang penting Indonesia punya," ujarnya.


Tonton juga video 'Dimas Ekky, Pebalap Moto2 yang Harumkan Nama Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]


Dimas Ekky: Orang Indonesia Suka MotoGP
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed