Jumat, 13 Jul 2018 17:14 WIB

4 Fakta Menarik Soal Dani Pedrosa

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Dani Pedrosa. Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images Dani Pedrosa. Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta - Dani Pedrosa akan mengakhiri kariernya sebagai pebalap MotoGP di akhir musim ini. Sudah 18 tahun Pedrosa berkompetisi di balapan motor paling bergengsi ini.

Laman Redbull melansir fakta menarik soal Dani Pedrosa. Karena fakta inilah, balapan MotoGP akan kehilangan sosok Pedrosa. Apa saja itu?

1. Raja Start

Start yang bagus menjadi salah satu senjata rahasia Pedrosa. Misalnya pada Grand Prix Qatar 2010, saat itu Pedrosa mengambil start yang bagus.

Kala itu, Pedrosa berada di grid ke delapan. Namun, dia melakukan start yang bagus dan berhasil mengawali balapan di posisi satu mulai tikungan pertama.

Pedrosa mengawali debut di kelas MotoGP pada 2006. Saat itu, Honda menggunakan motor bermesin V5. Mesin jenis itu dinilai bikin sulit melakukan start yang baik, terutama bagi Pedrosa dengan keterbatasan tinggi badan.

Beberapa tahun kemudian, fitur elektronik digunakan di motor. Pedrosa mulai berhasil menjinakkan motor balapnya untuk start yang baik.



2. Pejuang Saat Cedera

Dani Pedrosa mengalami nasib buruk karena cedera. Seringkali, crash membuatnya mengalami patah tulang. Tahun terburuknya adalah pada 2015.

Pedrosa adalah salah satu pebalap yang difavoritkan menjadi juara dunia pada saat itu. Tapi setelah finis keeenam di Qatar, ia mengumumkan absen sementara di balapan MotoGP karena cedera di lengan kanannya. Dia dioperasi dengan lancar, tapi harus absen di tiga seri.

Dia kembali di balapan Prancis tanpa mendapatkan poin. Tapi di balapan berikutnya, di Barcelona, Pedrosa berhasil mendapat podium.

Pedrosa menyelesaikan musim itu dengan kemenangan di Jepang dan Malaysia. Bahkan setelah absen tiga seri, Pedrosa berhasil menduduki urutan keempat di Championship.

3. Sejak 2002, Menang Setidaknya Sekali Tiap Musim

Tidak banyak pebaap yang bisa melakukan hal yang sama. Pedrosa mungkin hanya menang sekali pada musim 2014, 2016, dan 2017. Tapi, Pedrosa memenangkan grand prix setidaknya satu kali setiap tahun selama 16 musim berturut-turut,

Dia berpengalaman menang di semua jenis sirkuit seperti Assen, Le Mans, Barcelona, Sachsenring, Silverstone, Brno, Jerez, Laguna Seca, Indianapolis, San Marino, Mugello, Valencia, Malaysia, Shanghai, Aragón, Estoril dan Afrika Selatan. Pedrosa saat ini memiliki 54 kemenangan, 99 podium, 50 pole position dan 64 lap tercepat.



4. Pebalap yang Loyal Terhadap Satu Pabrikan

Pedrosa menjadi salah satu pebalap yang loyal dengan satu pabrikan. Selama berkarier di kejuaraan dunia, Pedrosa selalu menggunakan motor Honda.

Mengawali kariernya di balapan kelas 125 cc pada 2001, Pedrosa bergabung dengan tim Telefonica MoviStar Junior Team yang menunggangi motor Honda RS125. Di tahun ketiganya, pada 2003, Pedrosa berhasil menjadi juara dunia kelas 125 cc.

Sejak saat itu hingga sekarang, Pedrosa selalu menunggangi motor Honda. Padahal, dia telah menerima banyak penawaran dari produsen lain, tapi pebalap dengan nomor khas 26 itu tetap setia kepada pabrikan berlogo sayap mengepak asal Jepang tersebut. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed