Senin, 02 Jul 2018 18:31 WIB

Biar Bisa Menang Bareng Honda, Lorenzo Harus Ganti Gaya Balap?

Dina Rayanti - detikOto
Jorge Lorenzo. Foto: Instagram/jorgelorenzo99 Jorge Lorenzo. Foto: Instagram/jorgelorenzo99
Jakarta - Pebalap berkebangsaan Spanyol, Jorge Lorenzo, mulai tahun depan akan bergabung dengan rekan senegaranya Marc Marquez untuk membela bendera Honda.

Berganti motor artinya si pebalap juga harus menyesuaikan gaya balapnya. Karakter motor pun berbeda-beda, pebalap dituntut harus beradaptasi dengan cepat agar bisa bersaing dalam perebutan titel juara MotoGP.

Lorenzo sendiri sebelum bergabung dengan Ducati ia juga pernah menjadi rekan setim Valentino Rossi di bawah tim garpu tala. Lorenzo bergabung dengan Yamaha tahun 2008 dan butuh dua tahun untuk bisa merebut gelar juara dunia MotoGP dari Rossi.



Berganti-ganti tim pabrikan bukanlah hal mudah bagi para pebalap. Rossi yang juga pernah membela Honda butuh waktu 2 tahun untuk membawa Yamaha berada di posisi puncak. Kemudian saat pindah ke Ducati musim 2011-2012, Rossi tak bisa berbuat banyak.

Rossi kemudian memutuskan kembali ke Yamaha tahun 2013 dan kembali menyesuaikan dengan teknologi terbaru yang dikembangkan Yamaha hingga bisa berada di posisi dua pada tahun 2014.

Seperti halnya Rossi, Lorenzo sempat kesulitan saat pertama kali pindah ke Ducati tahun 2017. Ia harus beradaptasi dari motor jenis corner-speed dengan point and shot milik Ducati. Terlebih ia juga harus bisa mengendalikan tenaga Ducati Desmosedici 18 saat berada di trek lurus.

Meski berada di satu bendera, setiap motor yang ditunggangi para pebalap pun berbeda disesuaikan dengan pengendara. Maka dari itu pergantian gaya balap ini memang menjadi masalah tersendiri buat para pebalap yang berganti tim.



Kesulitan beradaptasi juga pernah dialami oleh mantan pebalap MotoGP Casey Stoner. Tahun 2007 ia sukses memenangi 10 seri dan menjadi juara bersama Ducati kemudian melorot pada tahun-tahun berikutnya seiring dengan motor Ducati yang kala itu diklaim sulit dikendarai.

Stoner kemudian pindah ke Honda dan bisa kembali menjadi juara pada tahun 2011. Namun itu bukan menyoal karakteristik motor melainkan Stoner menyesuaikan gaya balapnya dengan motor Honda.

"Pebalap Honda mengerem sedikit terlambat, bahkan kami bisa mengerem 50 meter lebih lambat dari pabrikan lain," ungkap pebalap tim satelit Honda Cal Crutchlow.

Supaya bisa juara dan mengikuti jejak Marc Maarquez, Lorenzo harus bisa menyesuaikan gaya balapnya dengan motor Honda yang karakternya cukup mumpuni di tikungan maupun di trek lurus. (dry/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed