Senin, 07 Mei 2018 09:11 WIB

Drift

Kalau Mau Ngesot Jangan Pakai Mobil MPV atau SUV

Ruly Kurniawan - detikOto
Kejurnas Drift seri pertama di Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Foto: Ruly Kurniawan) Kejurnas Drift seri pertama di Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Foto: Ruly Kurniawan)
Tangerang Selatan - Karena bisa digunakan pada segala medan dan kebutuhan, Multi Purpose Vehicle (MPV) maupun Sport Utility Vehicle (SUV) kian ramai diminati. Tapi jangan sekali-kali menggunakan kedua model mobil tersebut untuk ngepot atau ngedrift ya, Otolovers.

Soalnya, mobil itu tidak diperuntukkan untuk ngedrift. Dengan bobot dan tubuh yang bongsor serta ground clearance tinggi, mobil sekelas MPV dan SUV kemungkinan besar akan terguling saat dilakukan drift. Itulah yang dikatakan drifter papan atas Indonesia Emmanuel Adwitya Amandio.



"Ya karena mobil itu (sekelas Avanza, Xpander, sampai Ertiga) tidak diperuntukkan untuk ngedrift. Ground clearance mereka kan tinggi. Bobot dan badannya juga besar," katanya saat berbincang dengan detikOto seusai meraih penghargaan di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drifting 2018 putaran pertama atau Super Drift 2018, Tangerang Selatan, Minggu (6/5/2018).

"Karena kan kalau drift mobil harus bisa slide dan seimbang. Mobil MPV atau SUV memang ada yang bisa slide, tapi kemungkinan terbaliknya sangat tinggi," lanjut pria yang akrab disapa Dio ini.



Oleh karena itu, mengapa mobil sedan selalu dipilih dalam ajang drifting."Pertama dia bobotnya tidak berat seperti MPV atau SUV. Lalu RWD (Rear Wheel Drive atau berpenggerak belakang). Ground clearance juga rendah sehingga tidak akan kebalik," ungkap Dio.

Di Kejurnas 2018 putaran pertama ini Dio yang masuk kategori Pro keluar sebagai juara ke-2 setelah dikalahkan oleh Alinka Hardianti. Hal itu karena memang persaingan drift tahun ini sangat ketat. Tahun depan, ia bersama timnya akan bertanding di China. (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com