Jumat, 23 Mar 2018 12:16 WIB

Bukan Pebalap, Ini Orang Indonesia yang Pernah Berperan di MotoGP

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mugiyono berpose dengan Andrea Dovizioso. Foto: Facebook/Nathania Mugiyono Mugiyono berpose dengan Andrea Dovizioso. Foto: Facebook/Nathania Mugiyono
Jakarta - Indonesia memang belum menyumbangkan pebalap di kelas MotoGP. Sangat diharapkan pebalap Indonesia bisa bertarung di balapan paling bergengsi di dunia itu.

Meski belum ada pebalap yang berperan di MotoGP, ada beberapa orang Indonesia yang sudah menyalurkan jasanya di balapan itu. Mulai dari teknisi helm, pilot helikopter untuk kamerawan MotoGP, sampai time keeper. Siapa saja dia?

Yang pertama adalah pria asal Kebumen yang baru-baru ini berjasa di balik kemenangan Dovizioso di MotoGP Qatar. Ialah Mugiyono yang menyalurkan jasanya untuk menangani helm pebalap MotoGP sekelas Andrea Dovizioso.

Mugi bisa dibilang turut andil dalam kemenangan Dovizioso di MotoGP Qatar akhir pekan kemarin. Sebab, Mugi berperan untuk membuat helm Dovizioso nyaman untuk dipakai sehingga tidak mengganggu konsentrasi balapan.


Mugi bisa dipercaya sebagai teknisi helm MotoGP berawal dari keterkaitan pabrikan helm asal Indonesia, KYT, tempat Mugi bekerja dengan merek helm asal Italia, Suomy, yang dipakai Dovizioso. Atas keterkaitan itu, Mugi diminta atasannya untuk belajar menangani helm-helm pebalap MotoGP. Di sana, Mugi menangani helm pebalap kelas Moto3, Moto2, sampai MotoGP.

"Saya perwakilan dari KYT Indonesia untuk belajar, perbantukan menangani helm pebalap di Moto3, Moto2 dan MotoGP," sebut Mugi.

Tugas Mugi adalah membuat helm tetap nyaman dipakai oleh pebalap MotoGP. Dengan cara itu, pebalap MotoGP tetap bisa konsentrasi balapan.

Tak cuma Mugi, orang Indonesia lainnya yang pernah berperan di MotoGP adalah Kapten Maryono, pilot yang menerbangi helikopter Bell 412 untuk digunakan kamerawan MotoGP merekam jalannya balapan.

Pada 2012 lalu, detikOto bertemu dengan Kapten Maryono saat meliput MotoGP Qatar. Dia bilang, sekali terbang, Kapten Maryono yang didampingi Abdullah (orang Qatar) menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Kemudian turun lagi untuk mengisi bahan bakar dan mengudara lagi 2 jam. Jadi, total ia mengudara selama 4 jam.

Maryono saat menjadi pilot helikopter dokumentasi MotoGP Qatar tahun 2012 laluMaryono saat menjadi pilot helikopter dokumentasi MotoGP Qatar tahun 2012 lalu Foto: Dadan Kuswaraharja


Pria asal Kota Malang ini sebenarnya merupakan seorang pelatih pilot di Gulf Helicopter.


Kemudian ada Bambang Gunardi. Siapa yang sangka beliau diberi mandat sebagai salah satu juri di ajang bergengsi tersebut.

Pada 2011 lalu, Bambang menjabat sebagai Sportive Adviser untuk QMMF (Qatar Motor & Motorcyle Federation). Lontaran-lontaran pikiran dia dijadikan bahan pertimbangan oleh pengurus QMMF untuk lebih mengembangkan olahraga ini agar semakin populer di masyarakat Qatar.

Ide lain Bambang adalah marshall yang sebelumnya harus didatangkan dari negara-negara Eropa di setiap seri, secara bertahap mulai bergantian dengan local resources dari Qatar.

Kemudian ada Fahmi Khatab. Fahmi pada 2011 dipercaya sebagai Chief time keeper di sirkuit Losail. Khusus untuk kegiatan MotoGP yang semua kepanitiaan inti harus dari Dorna, maka tugas Fahmi adalah mengurusi time keeping & data processing system.

Satu yang mengesankan buat dirinya sebagai time keeping officer adalah saat race berlangsung, dirinya dan rekan-rekan pun seolah sedang mengalami balapan tersebut. Mereka harus siap agar semua sistem berjalan dengan baik, serta selalu siaga melihat jalannnya race terutama, termasuk harus menghentikannya jika ada red flag dikibarkan. (rgr/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed