Selasa, 20 Feb 2018 17:50 WIB

Pakai Helm Indonesia, Ini Kata Pebalap MotoGP

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Helm lokal merek NHK akan digunakan di ajang MotoGP. Pebalap asal Ceko, Karel Abraham, yang akan menggunakan helm NHK di ajang MotoGP. Apa kata Karel setelah mengetes helm itu?

Soal performa, kata Karel, memang pada awalnya helm NHK yang pertama kali dia coba perlu beberapa perbaikan. Tapi, setelah dites beberapa kali, dirinya mengaku bahwa helm yang dia pakai sudah cocok untuk balapan paling bergengsi di dunia itu.

"Tentang performa, saya sangat terkejut. Karena ketika saya pertama kali mencoba helm in di tes pramusim di Malaysia, ada beberapa yang perlu diperbaiki. Tapi tim NHK Indonesia sangat membantu. Mereka mengubah banyak hal dan membantu saya untuk mengubah beberapa hal yang saya butuhkan," kata Karel di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Karel Abraham dan Jules DaniloKarel Abraham dan Jules Danilo Foto: Rifkianto Nugroho


Menurut Karel, dari pihak NHK sudah menawarkan beberapa pilihan untuk memperbaiki yang dia mau. Dia bekerja sama dengan tim NHK untuk mendapatkan helm yang tepat untuk dipakai di MotoGP.

"Dan saat ini kami pikir (helm) ini siap untuk balapan di MotoGP dan tidak ada masalah. Helm ini tidak berisik," kata Karel.

Dia juga sudah mengetes helm ini saat memacu motor balapnya dengan kecepatan tinggi. Bahkan, kecepatan hingga 340 km/jam pun sudah dilahap Karel saat menggunakan helm ini.

Hanya, Karel belum mengetes helm ini saat kondisi hujan. Sebab kondisi hujan sangat menantang, helm harus tetap bersih visibilitasnya, juga kelembabannya.

Pakai Helm Indonesia, Ini Kata Pebalap MotoGPFoto: Rifkianto Nugroho


Johannes Cokrodiharjo, Direktur Marketing PT Danapersadaraya Motor Industry, mengatakan pihaknya percaya helm itu masih mendukung performa pada saat balapan hujan. Tentu dengan modifikasi ekstra dengan penambahan perangkat khusus untuk mendukung kondisi hujan, seperti yang dilakukan merek helm lainnya.

"Kami juga sudah mencobanya saat hujan tapi hanya pada kecepatan 150 km/jam," kata Johan. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
Layar Pemilu
×
Serangan Balik La Nyalla
Serangan Balik La Nyalla Selengkapnya