Sebab, dengan mengikuti balapan, adrenalin lebih terpacu lagi. Ditambah dengan emosi menggebu-gebu untuk menjadi yang tercepat.
"Aku sangat suka dengan tantangan. Awalnya aku suka bungee jumping. Dan aku sekarang memilih tantangan untuk ikut balapan," kata Jing Shi saat ditemui di Sepang, Malysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluarga saya tidak terlalu khwatir dengan keputusan saya untuk membalap," katanya.
Sebab, dia meyakini bahwa balapan tak melulu mengancam keselamatan. Yang terpenting baginya adalah terus mempelajari cara balapan yang benar agar bisa menjadi yang tercepat tanpa mengorbankan keselamatannya.
"Selama balapan ada arahan dari instruktur yang menjamin kalau kami tetap aman. Yang penting di sini aku selalu mengikuti semua arahan," ujarnya.
Karena kesukaannya dengan tantangan, Jing Shi terus melatih kemampuan balapnya. Dia juga tetap berusaha menjaga kebugaran staminanya agar tetap bisa menjadi yang tercepat.
Meski menjadi wanita satu-satunya di Ferrari Challenge Asia-Pasific, nama Jing Shi tak bisa disepelekan. Buktinya di China beberapa waktu lalu dia sempat naik podium.
Di negaranya di China, tepatnya di seri Zhuhai pada Juni 2015 lalu, Jing Shi berhasil naik podium untuk pertama kalinya. Dia finish di urutan ketiga di belakang Yanbin Xing dan Bo Song di race kedua kelas Coppa Shell seri Zhuhai, Juni 2015 lalu.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk