"Hari ini kami tidak teken kontrak. Tapi kedua pihak sama-sama berkeinginan untuk menyelenggarakan ini di Indonesia. Lalu itu semua akan ditentukan dalam MoU tiga bulan kemudian," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam jumpa pers, semalam.
Dengan diselenggarakannya MotoGP di Indonesia, diharapkan bisa merangsang munculnya pebalap lokal ke ajang tersebut sekaligus menggaet wisatawan. Apa kata produsen motor seperti Yamaha?
Wacana itu akan terwujud jika pemerintah memberikan dukungan penuh bukan hanya kebijakan tetapi juga pendanaan.
βIndonesia memiliki potensi besar karena sebelum Sirkuit Sepang (Malaysia) ada, kita sudah memiliki (Sirkuit) Sentul. Jumlah penggemar dan pemilik motor di Indonesia juga banyak, bahkan terbanyak ketiga di dunia setelah Tiongkok dan India. Mereka banyak yang menyukai MotoGP,β papar Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Dyonisius Beti, kepada detikOto di kantornya, Pulogadung, Jakarta, Kamis (21/5/2015).
Hanya, berbeda dengan di Malaysia, yang pembangunan dan pengelolaan sirkuitnya dilakukan oleh pemerintah, di Indonesia diserahkan kepada swasta. Padahal, pengelolaan sebuah sirkuit tidaklah murah, apalagi pemanfaatan sirkuit dengan sistem sewa bagi penggunanya tidak saban hari ada.
βSehingga kalau oleh swasta, mereka akan merugi. Oleh karena itu, perlu oleh pemerintah. Begitu pula dengan penyelenggaraan seri balap MotoGP,β kata Dyon.
Dengan menggelar seri balap Moto GP itu ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh pemerintah. Selain merangsang munculnya pebalap nasional ke ajang balap itu, juga bisa menarik wisatawan berkunjung ke Indonesia. Selain itu pendapatan dari sponsor juga akan diperoleh.
Bahkan tidak hanya itu. Melalui pengelolaan sirkuit, pemerintah juga bisa menyewakan sirkuit untuk keperluan balap atau lainnya kepada kalangan industri otomotif baik roda dua maupun empat. Selain itu dengan anggaran tertentu pemerintah bisa menggelar kejuaraan yang berskala nasional atau internasional selain Moto GP.
Penyelenggaraan dengan pendanaan dari negara jangan dinilai sebagai memboroskan anggaran dengan sia-sia. Sebab, kegiatan itu merupakan bagian dari promosi pariwisata sekaligus pembinaan olah raga.
Cara-cara seperti itu telah dilakukan oleh pemerintah Negeri Jiran, Malaysia, di Sirkuit Sepang. "Sehingga, kalau ditanya apakah penyelenggaraan MotoGP 2017 bisa di Indonesia, jawabannya tergantung sejauhmana dukungan pemerintah. Dukungan harus penuh,β ucap Dyon.
(Arif Arianto/Dadan Kuswaraharja)












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!