Rossi tampil impresif pada balapan di Sirkuit Misano, Minggu (16/9/2012) malam WIB. Pebalap Ducati ini finis kedua di belakang pemenang lomba, Jorge Lorenzo.
Pencapaian Rossi ini makin spesial karena dia mendapatkannya di Misano. Misano merupakan tempat yang dulu jadi kandang sahabatnya, Simoncelli, semasa masih aktif membalap sebelum tewas dalam kecelakaan di Malaysia, tahun lalu. Bahkan, sebagai penghormatan untuk Simoncelli, nama resmi sirkuit telah diubah menjadi Misano World Circuit Marco Simoncelli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini hasil yang bagus, yang mana ingin saya dedikasikan untuk Sic (Simoncelli) dan keluarganya, Paolo, Rossella, dan Martina," tambahnya.
Selama memperkuat Ducati, ini adalah kali ketiga Rossi naik podium. Tapi, baru kali ini The Doctor meraihnya dalam kondisi lintasan kering.
"Saya sangat senang karena kami tampil di level tinggi pada balapan kering, selalu dengan kecepatan yang bagus, dan dengan jarak yang terbatas dengan Lorenzo. Kami bekerja dengan baik," ujar Rossi.
"Orang-orang di Bologna bekerja sangat keras untuk proyek ini dan sekarang kami tiba di sebuah balapan yang bagus dan sebuah podium. Terima kasih semuanya, ini adalah pencapaian yang hebat," tandasnya.
Barbera Minta Maaf kepada Pedrosa
Sementara itu, Hector Barbera meminta maaf pada Dani Pedrosa karena membuat Pedrosa gagal finis pada balapan MotoGP San Marino setelah terlibat kecelakaan dengannya.
Saat lomba di Sirkuit Misano, baru memasuki lap pertama, terjadi kecelakaan yang melibatkan Barbera dan Pedrosa di tikungan kedua. Saat itu, motor Barbera menyenggol ban belakang motor Pedrosa. Keduanya terjatuh dan tak bisa melanjutkan balapan.
Gagal finis jelas sangat merugikan Pedrosa, yang tengah memperebutkan gelar juara dunia dengan Jorge Lorenzo. Apalagi, pada balapan kali ini Lorenzo tampil sebagai pemenang dan menambah keunggulan poinnya atas rider Honda itu.
Lewat akun Twitternya, @HectorBarbera, Barbera meminta maaf kepada Pedrosa atas insiden itu. Dia juga mencoba memberi penjelasan.
"Pertama-tama, saya ingin meminta maaf kepada Dani, yang sedang berjuang untuk kejuaraan. Saya sangat menyesal, tapi begitulah situasinya," tulis Barbera.
"Dia menyalip Randy (De Puniet) dan saya dalam pengereman di sisi luar. Saya sejajar dengan Randy dan tiba-tiba Dani meluncur di tikungan," tambah pebalap Pramac Ducati itu.
"Saya tak bisa menghindar ke sisi luar karena Randy ada di sana dan di sisi dalam Dani makin dekat. Tak ada yang bisa saya lakukan."
"Jelas saya sedang tidak mencoba menyalipnya (Dani), itu jelas. Ini cuma karena ada Randy di sisi luar dan Dani di sisi dalam dengan alur yang lebih ketat."
"Saya tak bisa menghindarinya. Saya cuma bisa bilang itu adalah insiden dalam balapan, dan mungkin dengan pebalap yang salah."
"Saya sangat menyesal untuknya, tapi itu bukan salah dia atau salah saya. Itu cuma insiden dalam balapan," pungkas Barbera.
Pedrosa Belum Menyerah Kejar Gelar Juara
Namun, meski karena kecelakaan itu membuat Dani Pedrosa gagal merapatkan jarak dengan Jorge Lorenzo. Pedrosa belum jua mengibarkan bendera putih dalam perburuan gelar juara.
Sebenarnya, Pedrosa berada di atas angin hingga menjelang balapan di Sirkuit Misano dilangsungkan. Rider Repsol Honda itu meraih kemenangan di dua seri sebelumnya di Indianapolis dan Brno. Selain itu, dia juga merebut pole position.
Tapi, nasib sial mulai mendatangi Pedrosa beberapa saat sebelum start. Motornya bermasalah dan dia terpaksa memulai balapan dari posisi paling belakang.
Bukan itu saja. Masih di lap pertama, saat sudah berhasil merangsek ke posisi tengah, Pedrosa mengalami kecelakaan usai ban belakang motornya disenggol Hector Barbera. Kedua pebalap terlempar ke gravel dan akhirnya tak bisa melanjutkan balapan.
"Saya sangat kecewa karena (meskipun) sekarang mengatakannya mudah, saya pikir saya bisa punya peluang untuk memenangi balapan ini, bahkan meski memulai balapan dari posisi paling belakang," aku Pedrosa di Autosport.
Sial buat Pedrosa, Lorenzo jadi pemenang di seri ini dan berhasil melebarkan jaraknya di papan klasemen sementara menjadi 38 poin. Dengan lima seri tersisa, peluang Lorenzo jelas lebih besar. Tapi, Pedrosa tak mau menyerah.
"Kejuaraan belum berakhir bagi saya. Masih ada lima balapan lagi dan kami akan melakukan yang terbaik," seru Pedrosa.
"Sekarang memang lebih sulit buat saya, namun saya akan terus melanjutkan cara yang sama. Kami sudah melakukan segala yang kami bisa sejauh ini, motor bekerja dengan baik, dan saya juga membalap dengan baik," katanya.
(mfi/syu)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar