'Alonso dan Vettel Cocok Bila Satu Tim'

'Alonso dan Vettel Cocok Bila Satu Tim'

- detikOto
Kamis, 21 Jun 2012 17:21 WIB
Alonso dan Vettel Cocok Bila Satu Tim
Jakarta - Team principal Ferrari, Stefano Domenicalli, yakin Fernando Alonso dan Sebastian Vettel bisa bekerjasama sebagai rekan se-tim. Komentarnya ini akan menimbulkan kembali rumor kemungkinan kepindahan Vettel.

Belum lama ini, Vettel kencang dikabarkan telah menandatangani kesepakatan pra kontrak dengan Ferrari. Disebut-sebut pebalap Jerman ini akan meninggalkan Red Bull untuk bergabung tim "Kuda Jingkrak" pada 2014.

Di sisi lainnya, Alonso masih memiliki kontrak bersama pabrikan Italia itu hingga akhir 2016.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir mereka berdua adalah orang-orang yang pintar dan mereka bisa bekerja berdampingan bersama," ucap Domenicalli kepada Sport Bild dan Auto Bild, yang turut dipublikasikan di situs resmi tim.

Alonso dan Vettel kini sama-sama mengoleksi dua titel juara dunia. Kedua pebalap itu masih berkompetisi untuk menambah medalinya.

Supremo Formula 1, Bernie Ecclestone, yang juga ikut dalam wawancara itu sepakat dengan komentar dari Domenicalli.

"Itu tidak akan jadi masalah: kedua pebalap adalah orang-orang yang selalu mencari tantangan baru dan berada di tim yang sama tentu saja akan menjadi sebuah tantangan besar yang baru," ucap dia.

"Mereka berdua akan berpikir mereka bisa mengalahkan satu sama lain seiring dengan kepercayaan diri yang dimilik imereka dan Stefano akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk memperlakukan mereka dengan adil." Demikian diwartakan Guardian.

Masa Depan Webber Tergantung Hasil Musim Ini

Sementara itu, Mark Webber akan memutuskan masa depannya di Red Bull berdasarkan hasil yang didapatnya di kompetisi Formula 1 musim ini. Makin bagus prestasinya, makin besar peluangnya untuk bertahan.

Kontrak Webber di Red Bull akan habis pada akhir musim ini. Pebalap Australia ini sempat digosipkan akan pindah ke Ferrari, namun dia mengaku belum mendapatkan tawaran apapun dari 'Kuda Jingkrak'.

Webber juga mengisyaratkan siap untuk memperpanjang kerja samanya dengan Red Bull, tim yang sudah dia bela sejak 2007. Namun, dia ingin melihat dulu pencapaiannya di tahun ini.

"Situasinya akan tergantung hasil yang saya dapat tahun ini. Tahun ini sangat inkonsisten. Sampai dengan sebelum GP Monako saya bahkan belum naik podium, kemudian saya menang. Namun, sejauh ini kualifikasi berjalan sangat baik buat saya," ungkap Webber dalam wawancara dengan Autosprint.

"Sejauh yang saya pahami, saya membalap dengan sangat baik, dan saya tak melihat perbedaan dengan situasi musim lalu. Tentu saja ada banyak orang yang ingin datang ke Red Bull, tapi pertanyaan yang harus kami tanyakan ke diri sendiri adalah: apakah tim benar-benar ingin berubah?" tambahnya.

"Tentu saja itu adalah pertanyaan untuk Christian (Horner) dan Adrian (Newey). Dan untuk Dietrich (Mateschitz) dan Helmut (Marko). Kita lihat saja apa yang terjadi. Saya cuma bisa mengontrol apa yang saya lakukan dan sejauh ini saya pikir saya sudah melakukannya dengan sangat baik," kata pebalap berumur 35 tahun ini.

Raikkonen Belum Bersinar, Lotus Tak Risau

Performa Kimi Raikkonen sejak kembali ke Formula 1 belum terlalu mengesankan. Namun, Lotus selaku tim tempat Raikkonen bernaung tak terlalu merisaukan kondisi ini.

Di tujuh seri awal musim ini, pencapaian Raikkonen naik turun. Dia naik podium di Bahrain dan Spanyol, tapi kemudian cuma menempati posisi kesembilan di Monako dan kedelapan di Kanada.

Pebalap berkebangsaan Finlandia itu kini menempati posisi keenam klasemen dengan 55 poin, terpaut 33 poin dari Lewis Hamilton. Dia juga cuma unggul dua poin atas rekan setimnya, Romain Grosjean, yang ada di urutan ketujuh.

Raikkonen sejauh ini masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan settingan mobil E20 yang dia sukai. Dia bahkan sempat absen di salah satu sesi latihan bebas di Monako lantaran tak mendapatkan feeling yang pas dengan mobilnya.

Team principal Lotus, Eric Boullier, memaklumi kondisi Raikkonen saat ini. Timnya pun akan memberi waktu kepada Raikkonen untuk kembali mencapai penampilan puncaknya.

"Ini adalah bagian dari pemahaman antara tim dan pebalap. Kami punya dua pebalap baru di tim dan masing-masing pebalap menunjukkan gaya membalap dan karakteristik masing-masing," ungkap Boullier kepada Autosport.

"Ini cuma bagian dari proses belajar. Sementara tim seperti McLaren, Red Bull, dan Ferrari punya susunan pebalap yang sudah biasa bekerja sama dengan mereka," katanya.

"Tahun ini kami punya dua pebalap baru, di mana salah satunya hampir sepenuhnya seorang debutan. Dan dengan Kimi, kami cuma butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Ini adalah bagian dari proses pemahaman gaya membalapnya dan membuat penyesuaian untuk mengatahui bagaimana kerja sama yang terbaik," papar Boullier.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads