Di sesi kualifikasi, Minggu (8/4/2012) dinihari WIB, Pedrosa hanya bisa mencapai urutan ketujuh. Namun, hasil tersebut tidak membuatnya tampil buruk di balapan, Senin (9/4) dinihari WIB. Kendati memulai balapan dari urutan tujuh, ia berhasil merangsek naik ke urutan tiga di awal balapan dan akhirnya bersaing dengan Jorge Lorenzo dan Casey Stoner sepangang balapan.
"Saya dan motor saya punya banyak masalah akhir pekan ini. Sampai akhirnya ketika kami tampil buruk di kualifikasi," ujar Pedrosa di Autosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Start balapan adalah kunci bagi saya, saya mampu memulainya dengan baik. Lalu, saya berada di posisi ketiga saat balapan, mencoba untuk tidak tertinggal jauh dari para pembalap terdepan."
Ia sempat bertarung dengan Lorenzo untuk memperebutkan posisi kedua, sebelum akhirnya Stoner, yang berada di posisi paling depan, kehilangan kecepatan.
"Pada akhirnya, ada masalah pada Casey. Kecepatannya mulai menurun, saya dan Jorge pun mulai mengejarnya."
"Jorge kemudian terbukti lebih pintar ketika dia memutuskan untuk melewati Casey. Saya pun tertahan bersama Casey selama satu lap," tukasnya.
Pedrosa kemudian berhasil menyalip Stoner beberapa lap menjelang akhir. Ia pun finis di urutan kedua, yang mana menurutnya sebuah hasil yang sulit dipercaya, mengingat masalah yang dimilikinya sepanjang akhir pekan.
"Posisi kedua adalah hasil yang sulit dipercaya jika melihat semua masalah yang ada. Sayangnya, saya tidak menang--saya nyaris mendapatkannya. Tapi, saya harus berterima kasih kepada tim."
Stoner Kecewa, Tangan Sempat Mati Rasa
Lain Pedrosa, lain Casey Stoner yang harus rela kehilangan posisi terdepan hanya beberapa lap menjelang finis. Seusai balapan, ia mengaku bahwa tangan kanannya mati rasa sehingga ia kehilangan kendali penuh atas motornya.
Stoner yang mengawali balapan di Sirkuit Losail dari posisi dua, berhasil memberikan tekanan kepada Jorge Lorenzo selepas start. Posisi Stoner sempat disalip oleh Dani Pedrosa, sebelum akhirnya ia berhasil mengklaim kembali posisinya dan menyalip Lorenzo di lap kelima.
Stoner pun tampak tak terkejar sekalinya berada di depan. Ia bahkan bisa menciptakan keunggulan hingga 2,1 detik atas Lorenzo. Tetapi, beberapa lap menjelang balapan usai, kecepatannya tampak menurun dan motornya tampak bergetar ketika memasuki tikungan. Alhasil, ia pun dilewati Lorenzo dan Pedrosa sehingga hanya finis di urutan ketiga.
"Semuanya bermula sangat awal, satu lap sebelum saya memimpin balapan. Ketika itu saya sudah mulai merasakan mati rasa di tangan saya dan tangan kanan saya menegang," ungkapnya di Autosport.
"Setelah saya memimpin selama beberapa lap, saya mulai merasakan masalah dengan tekanan pada tangan saya. Saya mulai kehilangan cengkraman, dan kehilangan semua tekanan."
"Jadi, saya mulai membalap dengan halus dan tidak seagresif biasanya," tukasnya.
Stoner jelas kecewa dengan hasil tersebut. Ia menyebut, rasanya seperti membiarkan kemenangan itu berlalu begitu saja.
"Saya sedikit kecewa. Saya merasa seperti pebalap terbelakang, membiarkan semuanya lewat begitu saja dan berjalan dengan pelan."
"Saya tidak punya kecepatan. Saya tak bisa mengendalikan motor dengan baik dan tidak bisa berbuat apa-apa," sesalnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge