Di Inggris, Ferrari tampil sebagai pemenang lewat nama Fernando Alonso. McLaren berjaya di dua seri berikutnya, Jerman dan Hongaria, bergantian lewat Lewis Hamilton dan Jenson Button.
Webber menepis anggapan bahwa Red Bull mulai disamai, bahkan berbalik tertinggal, dibanding dua tim rivalnya itu. Menurutnya, jarak di antara tiga tim teratas itu tetap masih sangat ketat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejatinya, tidak pernah ada tim yang menang dengan mendominasi, semua balapan berlangsung ketat. Bahkan ketika Sebastian (Vettel) menang beruntun di awal musim, Ferrari dan McLaren juga tidak tertinggal jauh," kilah pembalap Australia itu.
"Tentu saja, kami sadar ada area yang harus kami perbaiki. Tapi kami tidak akan dengan mudah digulingkan sebagai sebuah tim. Itu pasti," tandas Webber.
(arp/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi