Senin, 06 Agu 2018 12:45 WIB

GIIAS 2018: Orang 'Pas-pasan' Tidak Bisa Beli Mobil Hybrid

Ruly Kurniawan - detikOto
Lexus Foto: Rachman Haryanto Lexus Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Menyongsong era kendaraan listrik, beberapa pabrikan mobil sudah mulai memperkenalkan bahkan sudah menjual mobil hybrid di Indonesia. Namun untuk sekarang mobil hanya bisa dibeli oleh orang yang memang sudah mapan.



Itulah yang dikatakan General Manager Lexus Indonesia, Adrian Tirtadjaja di perhelatan pameran tahunan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Sebab, harga jual mobil berteknologi hybrid sangat mahal.

"Pembeli mobil hybrid adalah mereka yang ingin menonjolkan aktualisasi diri dan mengejar fungsionalitas lebih dari sebuah mobil. Mereka bersedia membayar lebih mahal karena memang sudah mengerti teknologinya," ucap Adrian di ICE BSD, Tangerang.



"Untuk sekarang mobil hybrid itu lakunya di luxury market. Pemerintah juga kan belum memberikan insentif seperti negara lain sehingga mobil baru kebeli oleh kaum atas yang benar-benar sudah mapan. Orang-orang pas-pasan (berpenghasilan-Red) tidak akan mampu beli hybrid," lanjutnya.



Sekalipun memiliki kemampuan, tambah Adrian, belum tentu menginginkan dan rela mengeluarkan kocek lebih untuk mobil hybrid.

Diketahui, sudah ada beberapa mobil hybrid yang dijual di Indonesia. Seperti Lexus ES, BMW i8, dan lainnya. Rata-rata mobil dibanderol lebih mahal dari versi konvensional.

Lexus Indonesia sendiri sejauh ini mengklaim sudah ada 300 unit mobil hybrid yang dibeli oleh orang kaya Indonesia.




Tonton juga 'Lexus LS+ Concept, Mobil Masa Depan yang Ikut Mejeng di GIIAS 2018':



GIIAS 2018: Orang 'Pas-pasan' Tidak Bisa Beli Mobil Hybrid
(ruk/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com