ADVERTISEMENT

Kebijakan Konversi Kendaraan Bensin ke Baterai Ancam Produsen Motor Listrik?

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 29 Jul 2022 16:45 WIB
Vespa Elettrico, Konsep Vespa Bertenaga Listrik Hasil Karya Anak Bangsa
Skuter listrik hasil konversi mesin ICE ke EV garapan Elder Garage. (Foto: Luthfi Anshori/detikOto)
Jakarta -

Pemerintah sudah melegalkan aturan konversi mesin untuk kendaraan roda dua dari mesin ICE (Internal Combustion Engine) ke mesin listrik atau Electric Vehicle (EV). Kebijakan ini tentunya akan mempermudah konsumen yang ingin memiliki sepeda motor listrik, karena mereka tidak harus membeli motor listrik baru, cukup dengan mengganti jeroan mesinnya. Lantas, apakah hal ini akan menjadi ancaman bagi para produsen kendaraan roda dua listrik?

Sebagai catatan, aturan konversi kendaraan listrik tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No PM 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

Aturan ini dibuat untuk memancing minat masyarakat supaya beralih ke kendaraan listrik yang ramah lingkungan, tanpa harus beli kendaraan listrik baru. Proses konversi ini bisa dilakukan di bengkel-bengkel modifikasi yang telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan.

NIU GOVA-03 versi kustom hasil kolaborasi dengan Smoked GarageProduk skuter listrik NIU Foto: Luthfi Anshori/detikOto

Saat ini sudah ada 6 fasilitas institusi yang mendapatkan sertifikasi atau wewenang untuk melakukan konversi kendaraan ke mesin listrik, antara lain ITS, Litbang ESDM, Braja, Elders Garage, Juara Bike (Selis), dan Nagara.

Utomocorp selaku Agen Pemegang Merek (APM) skuter listrik NIU di Indonesia merasa kebijakan itu tidak akan mengganggu bisnis mereka di Tanah Air. Soalnya, motor konversi listrik dengan motor yang sudah bertenaga listrik sejak produksi, akan memiliki rasa yang berbeda.

"Saya pribadi mendukung konversi, cuma salah satu yang mau saya ingatkan adalah (motor) NIU (ini) dibangun dari nol adalah standar sasisnya listrik. Sangat tepat kalau kita bicara durabilitas, baterai, performa, dan range itu lebih cocok kalau motor itu didesain sejak awal menggunakan sasis listrik," ungkap Denny Utomo, CEO Utomocorp, di pameran Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/7/2022).

Lanjut Denny menambahkan, motor konvensional yang diubah ke listrik belum teruji durabilitas dan kenyamanannya. Jadi masih perlu dicoba terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu.

"Konversi (motor konvensional ke listrik) sih boleh-boleh saja. Tapi saya nggak tahu, range-nya, durabilitasnya nanti bagaimana, itu masih harus di-trial terlebih dahulu ya," sambung Denny.



Simak Video "Mirip Honda Zoomer, Keeway Luncurkan Citi Ezi di PEVS 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT