Nasib Penjualan Sepeda Motor Bekas saat Menjelang Akhir Tahun

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Sabtu, 11 Des 2021 18:49 WIB
Pandemi Covid-19 mempengaruhi banyak sektor di bidang otomotif. Salah satunya yakni bursa jual beli sepeda motor bekas yang mengalami anjlok penjualan sehingga menurunnya omset.
Ilustrasi motor bekas Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Masih banyak masyarakat yang sengaja memilih sepeda motor bekas alias second ketimbang membeli unit yang baru, hal ini disebabkan beberapa faktor salah satunya karena harga lebih murah sesuai dengan dana yang tersedia.

Namun, pandemi COVID-19 yang menghantam seluruh dunia ternyata memiliki pengaruh besar terhadap industri otomotif, tidak terkecuali penjualan sepeda motor bekas di Indonesia. Bahkan penjualan sepeda motor bekas jelang akhir tahun 2021 kembali mengalami penurunan. Penurunan angka penjualan ini terjadi pada awal Desember 2021 yang diduga disebabkan oleh sejumlah hal.

Dwi selaku pemilik dealer Antara Motor Simokas 3S mengungkapkan, pada awal Desember 2021 ini penjualan sepeda motor bekas mengalami penurunan jika dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

"Perkembangan penjualan sepeda motor bekas jelang akhir tahun ini, terutama di bulan Desember justru mengalami penurunan pada awal bulan. Jadi, jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya penjualan agak sepi," kata Dwi saat dihubungi detikOto, Sabtu (11/12/2021).

Dwi mengungkapkan, penjualan sepeda motor bekas yang cukup bagus itu ketika di awal dan di akhir bulan. Namun untuk Desember ini, penjualannya justru mengalami penurunan di awal bulan dan hal tersebut juga terjadi pada beberapa dealer motor lain.

Menurunnya angka penjualan ini berdampak pada seluruh tipe sepeda motor mulai dari matic hingga jenis bebek. Bahkan, belakangan ini jumlah pembeli yang datang bisa dihitung jari.

"Menurunnya angka penjualan di awal bulan ini berdampak pada seluruh tipe. Kadang saking sepinya, pengunjung yang datang bisa dihitung oleh jari dan bahkan cuman sekadar tanya-tanya saja," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan ada berbagai faktor yang menyebabkan penjualan sepeda motor bekas justru mengalami penurunan di akhir tahun.

"Dari analisis saya, bisa jadi karena faktor cuaca karena dalam beberapa hari terakhir sering turun hujan. Lalu pengumuman soal PPKM (level 3) dari pemerintah yang akhirnya dicabut lagi, kemungkinan juga karena banyak masyarakat telah menyiapkan dana untuk liburan, akhirnya niat untuk membeli motor bekas sedikit ditunda," tutur Dwi.

Dirinya berharap penjualan sepeda motor bekas kembali meningkat jelang akhir tahun. Terlebih, Dwi juga berharap di tahun depan pasar penjualan sepeda motor bekas terus tumbuh seiring berjalannya waktu.

"Tapi beberapa hari terakhir ini penjualan sepeda motor bekas di dealer mulai mengalami peningkatan. Harapannya sih di tahun 2022 pasar motor bekas terus tumbuh, lalu harga bersaing, dan penjualannya terus meningkat daripada tahun-tahun sebelumnya," pungkas Dwi.



Simak Video "Cek Harga Motor 150cc dan 250cc Bekas"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)