Penjualan Motor Tahun 2022 Diprediksi Tembus 5,4 Juta Unit

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 08 Nov 2021 12:18 WIB
PT Astra Honda Motor (AHM) juga tidak mau kalah menampilkan deretan motor teranyar di IIMS Hybrid 2021. Penasaran?
Penjualan motor tahun 2022 diprediksi tembus angka 5,4 juta unit. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Industri otomotif roda dua Tanah Air optimistis penjualan motor tahun 2022 bisa mencapai angka 5,4 juta unit. Hal itu seiring membaiknya perekonomian nasional sebagai dampak dari meredanya pandemi virus Corona (COVID-19).

Menurut Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), pertumbuhan permintaan sepeda motor baru di pasar domestik akan meningkat jadi 5,1 juta hingga 5,4 juta unit di tahun depan.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan potensi peningkatan penjualan sepeda motor tahun depan dapat dilihat dari realisasi penjualan hingga September tahun 2021 ini yang sudah mencapai 3.761.407 unit atau tumbuh hampir 31% dibandingkan periode Januari-September 2020.

"Memang sempat terjadi penurunan penjualan saat gelombang kedua pandemi meninggi pada bulan Juli dan Agustus. Namun sejalan dengan terkendalinya COVID-19, pasar pun mulai membaik. Secara keseluruhan tahun ini kami prediksi pasar motor akan mencapai 5 juta unit. Sebelumnya kami prediksi 4,3 juta-4,6 juta unit. Kami harapkan tren positif ini berlanjut ke tahun depan yang kami prediksi akan tumbuh 2%-8% atau 5,1 juta-5,4 juta unit. Ini akan memberikan multiplier effect yang positif buat industri terkait," papar Sigit dalam keterangan resminya, Senin (8/11/2021).

Kendati pasar motor domestik belum pulih seperti sebelum pandemi pada 2019 yang mencapai angka 6,4 juta unit, menurut Sigit, kemampuan pemerintah mengendalikan COVID-19 dan dampaknya, ditambah vaksinasi yang semakin meluas mendorong meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk melakukan mobilitas. Kondisi ini diharapkan menjadi daya dorong untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, sehingga berdampak positif ke daya beli masyarakat.

"Tahun depan kami tetap memiliki tantangan terutama untuk mengelola dampak kenaikan PPN 11% yang berpotensi menaikkan harga jual. Selain itu, kami harapkan harga komoditi juga bisa kondusif nanti," tambah Sigit.

AISI memperkirakan tren kenaikan positif di pasar domestik ini juga akan terjadi di pasar ekspor. Asosiasi memprediksi permintaan sepeda motor baru dari luar negeri akan meningkat 15%-20% dibandingkan tahun ini. Selain membaiknya ekonomi di negara tujuan ekspor, sepeda motor produksi anak bangsa yang semakin kompetitif menjadi faktor penting dalam mendongkrak permintaan pasar ekspor ini.

"Kami harapkan ekspor tahun ini bisa menyamai angka ekspor 2019 sebelum pandemi, yaitu di angka sekitar 800.000 unit. Tentunya ini akan memperkuat kontribusi industri sepeda motor ke devisa negara," tutup Sigit.

(lua/rgr)