Curhat Bengkel Custom Soal Larangan Knalpot Bising

Ismet Selamet - detikOto
Selasa, 15 Jun 2021 15:51 WIB
Bengkel modifikasi dan bengkel knalpot di Cianjur
Knalpot bising Foto: Ismet Selamet/detik.com
Cianjur -

Pelaku usaha bengkel sepeda motor custom di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dibuat dilema dengan penerapan kembali larangan knalpot bising. Apalagi, sepeda motor custom identik dengan knalpot bising.

Pian sopian (41), owner bengkel costum Brot Brot, mengaku sudah menggeluti dunia otomotif sejak lulus SMP. Pria asli Cianjur ini bahkan kini sudah 24 tahun berkecimpung di otomotif, terutama sepeda motor custom. Pengalaman segudang membuat pian diakui dalam dunia modifikasi, bahkan dirinya juga terampil merakit plat besi, stainless steel, hingga pipa menjadi sepeda motor custom dengan berbagai aliran.

Tidak hanya membuat rangka dan body, Pian juga membuat knalpot khusus untuk sepeda motor custom. "Biasanya sepaket saya bikin, sepeda motor custom lengkap dengan knalpot buatan sendiri. Tapi kalau ada pesanan, terkadang bikin juga terpisah knalpotnya saja," ujar Pian saat ditemui di bengkelnya di Jalan Pangeran Hidayatullah.

Menurutnya knalpot untuk sepeda motor custom dibuatnya sendiri dengan bahan pipa. Namun tak sembarangan, ketebalan dan panjang pipa disesuaikan dengan jenis mesin serta pabrikannya.

Khusus untuk mesin sepeda motor pabrikan Jepang, ia tetap memasang saringan pada bagian dalam knalpot. "Tetap kita sesuaikan dengan jenis mesin, cc-nya, hingga asal pabrikannya," kata dia.

Pian menjelaskan ukuran diameter pipa yang digunakan pun tidak boleh terlalu besar. Sebab akan membuat tenaga berkurang akibat pembuangan yang terlalu cepat.

"Jadi semuanya tetap berdasarkan hitungan. Mulai dari diameter pangkal knalpot, diameter pipa tengah hingga ujung knalpot. Supaya tetap bertenaga, tidak merusak mesin," jelasnya.

Bengkel modifikasi dan bengkel knalpot di CianjurBengkel modifikasi dan bengkel knalpot di Cianjur Foto: Ismet Selamet/detik.com

Meskipun suaranya tidak begitu gahar, lanjut dia, terpenting tetap aman bagi mesin dan memberikan tenaga lebih.

"Percuma suaranya keras tapi tenaganya tidak ada atau cepat merusak mesin," kata dia.

Ia mengaku membuat riset dan belajar sendiri atau secara otodidak. Pengalaman panjang dan relasi sesama pengusaha bengkel master dijadikannya ilmu untuk mengembangkan usahanya.

Bahkan Ia juga sempat terlibat dalam pembuatan knalpot untuk sepeda motor balap resmi di Sentul Bogor. "Pengalaman itu yang saya jadikan bekal dan saya kembangkan lagi dalam membuat sepeda motor custom, termasuk knalpotnya. Sering juga mencontoh buatan luar dan disesuaikan dengan konsep sepeda motor custom yang saya buat," jelasnya.

Harga satu buah knalpot bising untuk knalpot bising bervariatif, mulai dari ratusan ribu hingga Rp 1,5 juta. Biayanya disesuaikan dengan jenis bahan dan tingkat kerumitan membuat knalpot.

"Kalau bahannya besi pipa biasa, murah hanya Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. Sedangkan jika dari bahan stanless steel itu di atas Rp 1 juta. Itu berdasarkan tingkat ketahanan, sebab kalau besi pipa biasa cepat berkarat," paparnya.

Dia mengaku dalam sebulan biasa memproduksi 10 unit knalpot. Keuntungan yang diperolehnya tidak besar. "Dari satu unit knalpot, untungnya hanya Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu," tambahnya.

Tetapi, ia merasa dilema dengan diberlakukan dan diperketatnya lagi larangan knalpot bising. Pasalnya sepeda motor custom identik dengan knalpot bising.

"Dipakainya juga tidak setiap hari, dan identiknya knalpot custom itu bising. Jadi dilema, antara mentaati aturan dan permintaan pelanggan demi keberlangsungan usaha. Meskipun pada dasarnya kita hormati dan harus menaati aturan lalulintas," kata dia.

Pian juga berharap pihak kepolisian atau aparat berwajib bisa terlebih dulu memberi sosialisasi dan pembinaan terhadap pengusaha bengkel custom, agar tetap bisa menjalankan usaha dengan mengikuti aturan yang ada.

"Kami minta kalau bisa sosialisasikan dan pembinaan, termasuk siapkan alat uji batas kebisingan suara knalpot. Karena jujur untuk pengusaha kecil, terlalu berat jika beli sendiri. Jadi kami tetap bisa jalankan usaha dengan mengikuti aturan," ungkapnya.



Simak Video "Knalpot Bising Dirazia, Produsen Knalpot di Jabar Menjerit"
[Gambas:Video 20detik]
(bbn/lth)