Selasa, 07 Jul 2020 20:48 WIB

Pabrikan Semringah, Penjualan Motor Mulai Naik di Era New Normal

Luthfi Anshori - detikOto
Kawasaki KLX 230 Kawasaki KLX 230. Foto: Ruly Kurniawan/detikOto
Jakarta -

Pandemi virus Corona yang masuk Indonesia pada Maret 2020, membuat industri otomotif mengalami guncangan hebat. Di industri roda dua misalnya, anjloknya penjualan sepeda motor mulai terasa setelah bulan Maret, di mana April hanya membukukan 123.782 unit dan Mei 21.851 unit. Sebagai perbandingan pada Maret, Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) masih mendistribusikan 561.739 unit.

"(Efek wabah virus Corona-Red) penjualan pasti drop ya. Mei paling rendah. Mungkin anjloknya hampir sama kayak pas terjadi kerusuhan 1998," bilang
Head Sales & Promotion Dept. PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), Michael C. Tanadhi, ditemui detikOto di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Menurut Michael, banyak faktor yang menyebabkan penjualan motor sepi di tengah pandemi. Selain karena pergeseran kebutuhan utama masyarakat, adanya penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) membuat banyak dealer motor libur sementara.

"Wholesales Kawasaki sendiri, Maret ke April itu kita turun 70 persenan. Terus bulan Mei itu kita turunnya sama lah kayak penjualan motor nasional, 95 persenan," lanjut Michael.

Meski sempat drop pada April dan Mei, Michael bisa sedikit lega melihat kinerja penjualan motor Kawasaki pada bulan Juni yang mulai merangkak naik lantaran datangnya era new normal.

"Juni kita mulai lebih baik, PSBB berakhir digantikan PSBB transisi. Kemudian di beberapa tempat enggak ada PSBB. Itulah yang membuat penjualan agak mendingan di bulan Juni," ujarnya lagi.

"Ini kita bicara penjualan retail ya. Karena kalau wholesales kita belum punya kekuatan ngirim barang ke dealer. Di bulan Juni penjualan kita naik 30-40 persen dari bulan Mei. Hampir sama kayak pabrikan lainnya," sambung Michael.

Adapun model paling laris Kawasaki masih didominasi KLX, W175, dan Ninja 250. "Kontribusi KLX 70 persen, W175 15 persen, kemudian Ninja 15 persen. Kita sih berharap awal 2021 pasar bisa kembali normal," tukasnya.



Simak Video "Meraup Cuan di Saat Pandemi dengan Sepeda Kayu"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com