Rabu, 18 Mar 2020 15:12 WIB

Bertahan saat Perkantoran Terapkan 'WFH', Ini yang Dilakukan Ojek Online

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Tarif baru batas bawah dan batas atas ojek online telah berlaku sejak Senin (2/9/2019). Tarif diatur berdasarkan zonasi. Ojek online. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pendapatan driver ojek online (ojol) disebut anjlok. Penyebabnya, orderan ojol sepi lantaran banyak kantor yang menerapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Demi mencegah penyebaran virus COVID-19, pemerintah menganjurkan social distancing atau menjaga jarak sosial. Makanya, banyak perkantoran yang menerapkan WFH.

Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono, yang juga aktivis ojek online, mengatakan pendapatan ojol saat penerapan WFH anjlok hingga 50%. Untuk bertahan di tengah sepinya orderan penumpang, driver ojol mengandalkan strategi lain.

"Strategi yang bisa kita jalankan ya bermain di layanan food dan barang," kata Igun kepada detikOto, Rabu (18/3/2020).

"Artinya kami ini mungkin banyak berkumpul di sekitaran pusat-pusat kuliner, atau mall yang menyediakan kuliner. Dan kiriman barang juga, itu yang kita andalkan saat ini," ujarnya.

Menurut Igun, dengan mengandalkan orderan antar makanan atau barang, itu cukup membantu driver ojol bertahan saat orderan penumpang sepi.

"Sekarang kita mengandalkan layanan untuk food maupun pengiriman barang saja yang masih ada order dibanding sebelumnya. Tapi untuk tumpangan, itu udah menyepi. Karena kekhawatiran penumpang kali ya. Kita juga menganjurkan penumpang yang rutin menggunakan ojek online agar membawa helm pribadi untuk kesehatan, kenyamanan dan keamanan," ujarnya.



Simak Video "Imbas Corona, Jurnalis di Kendari Bagikan Ratusan Paket Sembako"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com