Minggu, 29 Sep 2019 13:42 WIB

Ki Slamet Buatan Mahasiswa, biar Ingat Pakai Helm Harus 'Klik'

Purwoto Sumodiharjo - detikOto
Foto: Purwo Sumodiharjo Foto: Purwo Sumodiharjo
Pacitan - Mahasiswa di Pacitan, Jawa Timur menciptakan inovasi unik untuk menekan angka korban kecelakaan lalu lintas. Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan membuat alat bernama Ki Slamet, sebuah alat peringatan agar pemotor selalu 'nge-klik' helm.

Ialah Doni Wijanarko (20) yang menciptakan Ki Slamet. Ki Slamet merupakan sistem peringatan pada helm.

Nama itu sengaja dipilih karena dinilai unik. Pemilihan kata pun dibuat ringkas. Tujuannya agar mudah diingat. Sehingga lebih mengena bagi masyarakat. 'Slamet' sendiri berasal dari Bahasa Jawa, artinya 'Selamat'.



Ki Slamet berfungsi untuk memberi peringatan kepada pemotor saat mengenakan helm agar selalu mengancingi tali dagunya. Saat helm dikenakan, saklar dengan sendirinya tertekan kepala pengguna. Hal itu membuat koneksi dengan baterai tersambung. Akibatnya buzzer di depan telinga kanan pengguna berbunyi. Suara bernada tinggi itu baru diam setelah pengunci tali helm diklik.

"Jadi fungsinya sebagai pengingat agar pengemudi sepeda motor selalu mengaitkan pengunci tali helm," terang mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris yang juga menyandang predikat Duta Lalu Lintas tersebut.

Sebuah buzzer (bel mini) dipasang pada sisi kanan dalam helm SNI. Perangkat tersebut terhubung dengan baterai. Sementara sebuah saklar ditempatkan pada bagian dalam helm sebelah atas.



Kapolres Pacitan AKBP Sugandi mengaku kagum dengan penemuan itu. Dia berharap, helm garapan Doni dapat digunakan secara massal oleh pengendara motor. Pasalnya, sebagian kasus kematian korban kecelakaan disebabkan helm terlepas.

Tak tanggung-tanggung, Sugandi akan membantu mengupayakan pendaftaran hak paten untuk karya mahasiswa Kota 1001 Gua. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemkab setempat serta lembaga terkait lain. Jika terbukti belum ada karya serupa yang terdaftar, besar peluang Ki Slamet dapat dipatenkan.

"Kita berharap inovasi ini berkontribusi positif terhadap upaya menekan angka kecelakaan. Biarpun seseorang sudah merasa memakai helm, tapi jika tali tidak dikaitkan sama juga tidak pakai (helm)," tandasnya usai menjajal pelindung kepala berwarna kombinasi putih biru tersebut.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com