Minggu, 04 Agu 2019 16:59 WIB

Motor Pakai Box, Jangan Baper Kalau Dibilang Bawa Rice Cooker

Luthfi Anshori - detikOto
Stephen Langitan, Bikers Indonesia yang Tuntas Touring Jakarta-London Foto: Dok. Stephen Langitan Stephen Langitan, Bikers Indonesia yang Tuntas Touring Jakarta-London Foto: Dok. Stephen Langitan
Jakarta - Box menjadi alternatif komponen yang dipasang pada motor jika akomodasi terlampau banyak. Tapi masalahnya, ada beberapa orang yang memandang box membuat motor jadi terlihat ribet, bahkan kadang ada selentingan yang menyebut box di motor tak ubahnya seperti rice cooker atau penanak nasi elektronik.

Mengenai pandangan tersebut, Solo Rider Stephen Langitan, mengatakan agar tidak terlalu memikirkannya. Khususnya untuk para bikers yang memang memasang box pada motornya.



"Menggunakan box itu perlu, apalagi kalau untuk touring. Karena di dalam box bisa bawa baju ganti, alat-alat elektronik, action cam, bahkan drone. Misal ada orang mengatakan itu rice cooker, ya bodo amat. Tetap pakai box. Karena bawa barang di punggung (menggunakan tas) itu nggak nyaman," kata pria yang sudah menjelajah Indonesia-Inggris menggunakan motor itu, di acara Outfest 2019, Aldiron, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (4/8/2019).

Stephen Langitan Stephen Langitan Foto: Dok. Stephen Langitan


Soal pemilihan box, Stephen mengatakan pilihannya banyak. "Pakai top box bisa, side bag, dan ada juga tank bag yang cocok untuk membawa barang elektronik, camera mirror les, action cam, power bank, dan lain-lain. Jadi ini memudahkan juga kalau ingin set up kamera tanpa perlu turun dari motor," jelasnya lagi.

Namun untuk memasang box di motor, juga perlu memperhatikan kapasitas box dan jenis motornya ya detikers. Kalau pakai motor bebek, tentu disarankan pakai top box yang ukurannya besar. Maksimal, gunakan yang kapasitas 29 liter.



Sementara jika pakai motor sport atau big skutik, bisa pasang box dengan kapasitas yang lebih besar.

Perlu diketahui, jika pemasangan box erat pengaruhnya kepada distribusi bobot kendaraan. Jika box semakin besar dan membawa beban yang berat, maka titik beban akan pindah ke belakang. Ujung-ujungnya akan berpengaruh ke pengendalian.

Simak Video "Cerita Touring Jakarta - London Pertamina di IMOS 2018"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed