KTM XC-2 diagnostic tools juga bisa dioperasikan melalui tablet. Dan menurut Service Supervisor PT Penta Jaya Laju Motor Karmanto, XC-2 punya keunggulan dari sisi keamanannya. Sebab perangkat ini tidak bisa diakses oleh orang sembarangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedikit informasi, XC-2 bekerja dengan mengandalkan dua komponen, yakni monitor tablet bermerek Getac F110 yang berbasis sistem operasi windows dan alat VCI (Vehicle Communication Interface) sebagai perangkat penganalisis.
"Fungsi monitor di tablet hanya untuk menampilkan hasil diagnosisnya. Paling penting adalah alat VCI, karena ini juga berfungsi untuk update software," lanjut Karmanto.
Dari pemaparan singkat, XC-2 bisa untuk mendeteksi problem elektronik yang ada di bagian mesin, pengereman, instrumen kluster, immobilizer, dan head lamp.
"Contoh, alat ini bisa merekam ketika ada gejala brebet di motor. Jadi pengguna yang komplain ke mekanik, mendapat dukungan data. Sebab kadang kan ada mekanik yang berkata 'ah (motor brebet) cuma perasaan bapak aja'," katanya lagi.
Kelebihan lain XC-2, teknologi ini diklaim bisa mendeteksi komponen bermasalah di motor dan sekaligus menampilkan letak komponen tersebut dalam format gambar AR (Augmented Reality).
"Jadi mekanik tidak bisa asal bongkar parts. Letak parts rusak bisa langsung diberitahu posisinya. Saat membongkar, ia juga diberitahu SOP-nya. Jadi konsumen pun akan lebih confident," terang Karmanto.
Kelebihan lain, teknologi XC-2 ini bisa merekam data dan riwayat servis motor. Data ini disimpan langsung ke cloud KTM pusat yang ada di Austria. Artinya, data motor milik konsumen KTM bisa terdokumentasi dengan baik.
XC-2 diagnostic tools ini akan tersedia di 7 diler KTM di Indonesia. Saat ini diler yang siap mengoperasikan ada di Bogor, Bandung, Bekasi, dan Jakarta.
(lua/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas