Senin, 08 Jul 2019 11:39 WIB

Pengendalian Barang Mewah Bikin Motor Triumph Inden 2 Bulan

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Luthfi Anshori Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Akhir 2018 lalu, Pemerintah RI mengendalikan impor kendaraan mewah untuk menekan defisit neraca perdagangan. Mobil di atas 3.000 cc, termasuk motor di atas 500 cc kena imbasnya, dengan tarif Pajak Penghasilan (PPh) yang naik.

Kebijakan ini pun tidak dimungkiri PT GAS Motorcycle sebagai salah satu kendala baginya dalam menjual motor Triumph di Indonesia. Sebab selain PPh naik, impornya pun dibatasi.

"Otomatis memang ada sedikit kendala, tinggal strategi kita aja memanfaatkan kuota yang kita punya," kata Direktur PT GAS Motorcycle, Yudi Yulianto, di Jakarta Selatan, Minggu (7/7/2019).



Aturan tersebut diakui Yudi memberi dampak negatif, karena beberapa model Triumph yang dijual di Indonesia unitnya tidak siap. Bahkan konsumen bisa menunggu hingga lebih dari satu bulan.

Pengendalian Barang Mewah Bikin Motor Triumph Inden 2 BulanFoto: Dok. Triumph


"2019 masih bisa kita penuhi lah ya walau ada sedikit delay, satu setengah sampai dua bulan. Tapi untuk Bonneville T120 aman lah ya, ready stock," lanjut Yudi.



Bonneville sendiri menjadi tulang punggung penjualan Triumph Motorcycle di Indonesia. Tidak heran jika seri ini selalu tersedia unitnya dan kerap diperbarui. Contohnya seperti peluncuran Bonneville T120 Ace dan Bonneville T120 Diamond.

"Di 2019 penjualan Bonneville kita sekitar 90 sampai 100 unit ya. Di 2019 baru sekitar 45 unit," pungkasnya.

Simak Video "Keren! Ustaz Abdul Somad Naik Moge"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com