Kamis, 20 Jun 2019 18:03 WIB

Orang Mulai Naik MRT, Motor Masih Bertahan Karena Faktor Ini

Luthfi Anshori - detikOto
Warga memenuhi MRT saat Lebaran lalu Foto: Lamhot Aritonang Warga memenuhi MRT saat Lebaran lalu Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Hadirnya sistem transportasi MRT dan LRT di wilayah Jabodetabek, diprediksi bakal memicu perubahan gaya hidup warga ibu kota dari kebiasaan naik kendaraan pribadi, menjadi naik angkutan umum.

Namun pernyataan ini kurang disetujui oleh Chief Marketing Officer PT Wahana Makmur Sejati, Edi Setiawan. Menurut Edi permintaan konsumen terhadap kendaraan pribadi seperti motor tetap ada, dan bahkan meningkat untuk jenis motor tertentu.

"Menurut kami, selama transportasi publik belum bisa menjangkau sampai ke rumah-rumah warga, sepeda motor masih tetap dibutuhkan," kata Edi, di Jakarta, Kamis (20/6/2019).



Edi menganggap sistem transportasi umum di Indonesia belum semasif di negara tetangga. Jadi sepeda motor masih tetap diperlukan untuk aktivitas harian. "Beda jika kita lihat negara tetangga, keluar rumah saja sudah ada transportasi umum, sedangkan kita dari rumah masih butuh motor," lanjut Edi.

Ditambahkan Edi, adanya transportasi massal justru memicu pertumbuhan penjualan motor, terutama dari jenis high end. Sebab, mulai banyak kelas menengah atas yang ingin mencicipi transportasi umum, dan untuk menuju ke sana, mereka menggunakan sepeda motor pribadi.

"Produk-produk Honda di segmen high end sendiri permintaannya cukup tinggi. Contoh di area Jakarta-Tangerang, kami sekarang yang growth besar-besaran premiumnya. Seperti PCX yang per bulan penjualannya bisa sampai 3.000 unit," pungkas Edi.

Infografis Beda MRT dan LRTInfografis Beda MRT dan LRT Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis
(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com