Selasa, 04 Jun 2019 03:29 WIB

Curhatan Lucu Pemudik Bermotor

Sudirman Wamad - detikOto
Foto: Sudirman Wamad Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Tradisi mudik selalu menyuguhkan beragam kisah. Tak hanya soal cerita-cerita kemacetan, ada juga cerita lucu dari para pemudik. Ada saja ulah pemudik yang bikin tersenyum dan tertawa. Salah satunya melalui tulisan-tulisan di belakang kendaraan pemudik.

Tak sediki pemudik yang mencurahkan isi hatinya melalui selembar kertas yang ditempel di belakang kendaraannya. Mayoritas, persoalan yang dicurahkan pemudik melalui selembar kertas itu adalah tentang jodoh dan rasa rindu terhadap kampung halamannya. detikcom memotret sejumlah tulisan-tulisan lucu para pemudik ini saat melintaa di pantura Cirebon.



Salah seorang pemudik asal Bandung mencurahkan keluhannya ketika ditanya kapan nikah. Baginya, ditanya kapan nikah oleh keluarga dan sahabat lebih berat dibandingkan dengan perjalanan mudik.

Mudik itu gak berat, yang berat ditanya nikahMudik itu gak berat, yang berat ditanya kapan nikah Foto: Sudirman Wamad


"Menolak lupa kampung halaman. Mudik itu gak berat, yang berat itu ditanya kapan nikah. Pemalang-Bandung," tulis pemudik itu pada selembar kertas yang ditempel di kardus.

Beda lagi dengan pemudik asal Kabupaten Kebumen. Pemudik asal Kebumen ini menuliskan pertanyaan untuk kekasihnya yang di kampung. Ia meminta kekasihnya memilih untuk membeli baju lebaran atau baju penganten. "Cikampek-Kebumen. Dek mas mulih. Ameh njaluk opo, klambi bodo atau klambi penganten" tulisnya.

Foto: Sudirman Wamad


Eits. Ada lagi loh yang lucu. Ada pemudik yang mengaku kagetan. Pemudik asal Bumiayu ini meminta agar pemudik lainnya tidak memainkan gas motornya karena kagetan. Ia juga mengingatkan pemudik lainnya untuk hati-hati, pelan-pelan asal sampai kampung halaman.



"Mudik maning nyong. Ojo dibleyeri bro nyong kagetan. Alon-alon sing penting ajog umah. Ciledug-Bumiayu. (Mudik lagi saya. Jangan memainkan gas (motor) bro, saya kagetan. Pelan-pelan yang penting sampai rumah)," tulisnya pada selember kertas yang ditempel pada kardus.

Tak hanya lucu, ada juga pemudik yang puitis. Seperti yang ditulis pemudik asal Semarang ini. Pemudik ini menuliskan tentang panasnya jok motor ketika perjalanan mudik. Kendati demikian, perjalanan mudik harus dijalani dengan hati yang gembira. Karena, kekasih menanti di kampung halaman.

"Biar jok panas menggarang. Hati tetap selalu riang. Pulang demi yang tersayang. Kota Tangerang, Desa Kembang lewat Kota Semarang. Semoga selamat sampai tujuan," tulisnya.

Masih banyak lagi pemudik lainnya yang bertingkah lucu. Ada yang curhat tak bisa membawa menantu untuk orang tuanya. Ada juga yang curhat orang tua di rumah tak butuh harta, hanya butuh anaknya pulang kampung dengan selamat.

"Wong tua ora butuh bondo. Tapi butuh anake mulih teko. Sugih atau kere balik Kebumen. (Orang tua tak butuh harta. Tapi butuh anaknya pulang. Kaya atau kere balik Kebumen)," tulis seorang pemudik.


Simak video Pemudik! Yuk Mampir di Rest Area PUBG di Nagreg:

[Gambas:Video 20detik]

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed