Kamis, 23 Mei 2019 15:29 WIB

Kerusuhan 22 Mei Pengaruhi Penjualan Motor

Ruly Kurniawan - detikOto
Petugas membersihkan sisa kerusuhan di Sarinah Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya Petugas membersihkan sisa kerusuhan di Sarinah Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Jakarta - Aksi demonstrasi 21-22 Mei yang sempat rusuh berdampak luas untuk berbagai aktivitas di Jakarta. Salah satunya adalah performa industri otomotif sebagaimana yang dirasa Suzuki Indonesia divisi roda dua.

Dikatakan Manager Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Banggas Pardede, pada awal Mei 2019 hingga 22 Mei 2019 ada penurunan penjualan yang cukup terasa. Padahal periode masa politik yang diduga sebelumnya akan berdampak signifikan malah tidak begitu terasa.



"Untuk masa Pemilu, yang agak terasa malah di bulan ini. Untuk bulan-bulan sebelumnya itu tidak terlalu terasa (penurunan penjualan-Red)," kata dia di Jakarta Fair 2019, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

"Saat ini kondisinya menurut saya adalah orang menahan untuk melakukan pembelian motor. Terlebih dengan situasi sekarang, ya. Tapi begitu ini selesai, akan kembali normal lagi," lanjut Banggas.



Saat ini sudah memasuki masa pra-lebaran 2019. Dimana diperkirakan akan ada gejolak penjualan sepeda motor yang terasa signifikan. "Ya ini kan masih fase awal. Memang, ada kenaikan namun belum sebesar yang biasanya (periode lebaran-Red). Tapi saya yakin, begitu situasi hari ini selesai, akan bisa lebih baik lagi (performa industri-Red)," tutup Banggas.

(ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com