Rabu, 10 Apr 2019 12:37 WIB

Wuusshh Bukan Brum... Ridwan Kamil Jajal Motor Listrik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Indonesia sedang mengarah ke penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Mulai dari mobil hybrid, mobil listrik sampai motor listrik bakal massal digunakan.

Motor listrik memang menawarkan berbagai keunggulan jika dibandingkan dengan motor konvensional. Motor listrik tidak mengeluarkan polusi udara karena tidak ada mesin pembakaran. Sumber tenaga motor listrik bukan dari bahan bakar fosil, melainkan tenaga listrik yang disimpan di baterai.



Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tertarik dengan motor listrik. Baru-baru ini, pria yang akrab disapa Kang Emil itu menjajal motor listrik.

"Saya test drive, motor ini melaju cepat tanpa suara. wussshtt..wussshtt bukan bruuum...bruuumm," tulis Ridwan Kamil dalam akun instagramnya.

Ya, motor listrik biasanya memiliki suara yang lebih senyap. Maklum, tak ada proses pembakaran di dalam mesin seperti motor konvensional.



Menurut Ridwan Kamil, sebanyak 1.000 motor listrik SDR akan dihibahkan oleh PT Arindo Pratama ke pesantren-pesantren se-Jawa Barat. Motor listrik akan dijadikan alat ekonomi pencari nafkah oleh pesantren ala ojek online dengan prinsip bagi hasil dengan pemberi hibah.

SDR merupakan produk dari PT Arindo Pratama, perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang instalasi listrik, supplier, dan kontraktor di Bandung, Jawa Barat. Motor listrik tersebut juga digunakan sebagai Unit Layanan Cepat (ULC) Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Sekitar 1000 sepeda motor listrik (tanpa BBM tinggal nyolok listrik) karya canggih anak bangsa akan dihibahkan oleh PT Arindo Pratama ke pesantren-pesantren se-Jawa Barat. Motor listrik ini akan dijadikan alat ekonomi mencari nafkah untuk pesantren ala OJOL dengan prinsip bagi hasil dengan pemberi hibah," tulis Ridwan Kamil.

"Semoga Jabar makin sustainable dan ekonomi umat makin maju melompat," lanjut dia.

SDR sendiri diklaim memiliki daya maksimal 2.500 watt, dengan kemampuan menjelajah dengan jarak tempuh sejauh 70 km, dan input charger 220v/50Hz output charger 72v/3A, yang membutuhkan waktu sekitar 5-7 jam, dari kondisi baterai kosong hingga penuh.

Secara dimensi, motor layaknya roda dua fairing konvensional. Yakni PxLxT 2056x740x1054 mm, dengan ground clearance 156 mm. Rangka bajanya ditopang suspensi depan teleskopik dan sokbreker belakang double swing shock absorber sehingga membuat motor nyaman dikendarai oleh semua kalangan.



[Gambas:Instagram]

(ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com