Selasa, 26 Feb 2019 10:30 WIB

Thailand Lebih Layak Produksi Harley daripada Indonesia

Ridwan Arifin - detikOto
Moge Harley-Davidson yang dirakit di Thailand. Foto: Luthfi Anshori Moge Harley-Davidson yang dirakit di Thailand. Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Motor gede (moge) Harley-Davidson saat ini mulai memproduksi motor mereka di Thailand. Dampaknya di Tanah Air cukup terasa, harga moge Harley pun turun dari sebelumnya.

"Kebetulan ada beberapa tipe motor dari Softail ke Sporster produksinya sudah di Thailand jadi harga ngedrop sampai 30 persen," ujar Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Sahat Manalu di diler resmi Harley-Davidson.



Menurunnya harga moge pabrikan Paman Sam tersebut turut disambut positif Authorized Dealer di Indonesia. Sahat menyebut target 100 unit untuk tahun 2019, meningkat dari tahun sebelumnya yang berhasil terjual 80 unit.

"Otomatis target yang kita buat mengikuti harga yang sudah turun, jadi menurut saya sangat wajar," terang Sahat.

Namun bukan perkara mudah, pajak barang mewah dirasa membebani konsumen moge yang hendak meminang Harley. Manisnya penjualan Harley, Sahat menyebut pada tahun 2013. Diler resmi Harley-Davidson sebelumnya, Mabua dapat mendistribusikan Harley hingga 1.000 unit per tahun. "Tidak pernah di bawah 500 unit," ucap Sahat.



Harganya yang mahal dibandingkan saat dijual di negara aslinya membuat konsumen Indonesia berpikir ulang untuk meminangnya. Sahat mengatakan untuk memangkas harga, bukan tidak mungkin Harley-Davidson akan merakit di Indonesia bila kuantitas permintaan juga terbilang tinggi.

"Mana kala dibuka CKD di Indonesia, tentunya bagus. Namun mereka pasti melihat jumlah quantity-nya," ungkap Sahat.

"Nah jumlah quantity-nya di kita masih kecil, jadi belum layak untuk CKD, mungkin bila sudah 2.000 per tahun (penjualan), mungkin bisa," pungkas Sahat. (riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed