Senin, 25 Feb 2019 17:33 WIB

Diler Moge Punya Tanggung Jawab Soal Motor Boleh Masuk Tol

Ridwan Arifin - detikOto
Triumph Scrambler 1200 Foto: Ridwan Arifin Triumph Scrambler 1200 Foto: Ridwan Arifin
Jakarta - Motor masuk tol masih menjadi pro kontra di kalangan masyarakat. PT Garda Andalan Selaras (GAS) sebagai agen pemegang merek Triumph Motorcycle yang menjual motor berkapasitas besar ini mendukung pemerintah bila hal ini direalisasikan.

"Bagi kami kebijakan yang dirilis pemerintah, otomatis sudah melalui departemen yang berkaitan dan melalui pertimbangan yang matang," ujar Direktur PT GAS Triumph Motorcycle Yudi Yulianto usai peluncuran Scrambler 1200 XE di Jakarta.



"Otomatis kami akan mendukung dan bisa menjadi hal yang positif," sambung Yudi.

Tetapi Yudi mengatakan bila motor masuk tol benar-benar direalisasikan, selaku main diler yang menjual moge tidak serta merta lepas begitu saja.

Yudi mengatakan dukungan yang bisa diberikan adalah berupa edukasi kepada pengendara motor khususnya pengguna Triumph.

"Tapi tinggal tanggung jawab kami sebagai Agen Pemegang Merk distributor adalah mengedukasi kepada konsumen bagaimana untuk mengendalikan motor yang benar, saling sharing road, bukan untuk saling menguasai jalan tapi berbagi jalan," kata Yudi.



"Secara berkala akan melakukan safety riding dan biasanya bekerjasama dengan Korlantas," pungkas Yudi.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 2009 jalan tol di Indonesia boleh dilalui kendaraan roda dua bila memiliki jalur khusus. Aturan ini mengacu pada jalan tol Suramadu dan Mandara, Bali. Maka dari itu, dua jalur tersebut memiliki ruas khusus kendaraan bermotor roda dua.

Sehingga pemisahan jalur motor dan mobil di jalan tol perlu menjadi pertimbangan penting bagi pemerintah jika rencana ini nantinya diimplementasikan.

Foto: Zaki Alfarabi
(riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed