Selasa, 05 Feb 2019 11:23 WIB

Jangan Abaikan Fungsi Lampu Sein di Motor

Luthfi Anshori - detikOto
Lampu sein motor. Foto: Dadan Kuswaraharja Lampu sein motor. Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Lampu sein adalah salah satu fitur keamanan wajib di sepeda motor. Fungsinya sebagai pemberi isyarat ketika motor akan berbelok ke kanan atau ke kiri. Maka itu jangan sepelekan fungsi lampu sein motor ya Otolovers.

Seperti dilansir dari www.astra-honda.com, terkait lampu sein, ada beberapa hal yang harus dilakukan bikers sebelum berkendara dan saat mengoperasikan lampu sein.


Pertama, sebelum melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor, ada baiknya melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap fungsi-fungsi lampu di motor. Tidak hanya lampu sein kanan-kiri, lampu depan, lampu belakang, dan lampu rem harus berfungsi dengan baik dan benar.

Perlu diketahui jika lampu-lampu yang ada di motor bukan hanya untuk aksesori atau hiasan, tetapi juga sebagai alat komunikasi atau informasi dari pengguna
kendaraan lain.

Setelah memastikan kondisi lampu sein berfungsi baik, saatnya mengoperasikan fitur tersebut dengan benar pula. Caranya saat ingin berbelok atau mengubah arah kendaraan, sebaiknya nyalakan lampu sein dengan jarak 3 detik sebelum berbelok ke arah yang dituju.

Hal tersebut bertujuan agar pengendara di belakang dapat mengetahui ke mana motor akan mengarah. Selain itu, untuk memastikan keadaan di belakang kendaraan aman, hendaknya pemotor juga melihat kaca spion saat ingin menyeberang atau memutar arah.

Dan yang Otolovers perlu ketahui juga, jangan sampai menyalakan lampu sein secara mendadak, karena itu berpotensi membuat kendaraan di belakang panik. Apalagi jika motor sedang dipacu dalam kecepatan tinggi.


Tidak cukup menyalakan lampu sein secara tepat, pemotor juga disarankan menjaga jarak dengan pengendara di depan minimal jarak 2 detik. Maksudnya adalah misalkan pengendara di depan jalan melewati sebuah pohon. 2 detik kemudian kita melewati pohon yang sama, maka itulah yang disebut jarak 2 detik.

Satuan yang diambil adalah dalam satuan waktu, bukan satuan jarak, karena ini berkaitan dengan kecepatan kendaraan. Semakin cepat kendaraan, maka semakin jauh pula jarak dengan kendaraan di depan apabila diukur dengan satuan waktu (lua/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com