Minggu, 03 Feb 2019 20:08 WIB

Daripada Motor Masuk Tol, Mending Perketat SIM Khusus Moge

Luthfi Anshori - detikOto
Motor Masuk Tol di Eropa. Foto: Dadan Kuswaraharja Motor Masuk Tol di Eropa. Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengusulkan kepada pemerintah supaya motor bisa masuk jalan tol. Usul ini pun ditanggapi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang mengatakan sedang melakukan pembahasan mengenai itu bersama Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), serta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Meski kebijakan motor masuk jalan tol ini masih sekadar usulan, komunitas KOCI (KTM Owners Community Indonesia) memandang, pemerintah Indonesia belum perlu menerapkan kebijakan motor masuk tol dalam waktu dekat ini juga.



"Kalau menurut pandangan kami, sekarang lihat saja lah tingkat kesadaran berlalu lintas masyarakat kita, masih sangat kurang. Jadi mendingan motor nggak boleh masuk tol dulu deh," kata Ketua Umun KOCI Alfriandy, ditemui di Kalimalang, Jakarta Timur, Minggu (3/2/2019).

Selain kesadaran dan tingkat safety berkendara pemotor Indonesia yang masih rendah, menurut Alfriandy pemerintah Indonesia lebih baik fokus memperketat regulasi Surat Izin Mengemudi (SIM) lebih dahulu.



"Jika kebijakan ini benar diberlakukan, harusnya yang boleh masuk tol kan motor 250 cc ke atas. Kalau di bawah 250 cc, nanti nggak bisa sekencang mobil kecepatannya, dan gampang limbung karena bobot yang ringan," lanjut Alfri.

Oleh sebab itu, Alfri mengusulkan agar pemerintah memperketat regulasi pembuatan SIM khusus motor 250 cc ke atas.

"Sebab ini bakal paralel dengan pembuatan SIM berdasarkan kapasitas cc. Karena cc 250 ke atas yang saya tahu nanti harus pakai SIM C1. Terus 1.000 ke atas C2. Harusnya nanti regulasinya diperketat lagi," pungkas Alfri. (lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed