Selasa, 29 Jan 2019 17:33 WIB

Abang Ojek Online Ini Tidak Setuju Motor Masuk Tol

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengusulkan agar sepeda motor diberikan jalur khusus bebas hambatan seperti di Suramadu dan Bali. Ide yang dilontarkan Bamsoet menimbulkan reaksi yang berbeda-beda.

Salah satunya tidak sependapat dengan ide Bamsoet. Berbagai macam alasan menolak dilontarkan, salah satunya adalah masih lemahnya disiplin berkendara pengendara motor dalam berlalu lintas.



"Wah saya nggak setuju bang, pasti pada main kebut-kebutan kalau di jalan tol, kalau dipisah pun tetap nggak setuju karena motor kan saya pikir kendaraan yang bikin nggak beres," ujar Imam selaku driver ojek online Grab.

Lebih lanjut John, warga sipil asal Depok ini menyuarakan bahwa dirinya tidak merasa setuju apabila kendaraan roda dua masuk ke dalam tol.

Selain kondisi jalan protokol yang sudah begitu padat, menurutnya hal serupa juga bakal terjadi di jalan bebas hambatan apabila pembangunan infrastruktur tidak berjalan dengan baik, misalnya dengan mengambil bahu kiri jalan tol untuk pengendara sepeda motor.



"Menurut saya motor masuk ke jalan tol bahaya untuk di Indonesia, dari hitungannya dari segi jumlah kapasitas kendaraan masuk tol sudah banyak," ujar John.

"Udah gitu kesadaran dari Pengendara motor tersebut itu pun terkadang masih rendah, apalagi nanti kalau masuk tol, yang ada malah bisa menambah bahaya terutama bagi keselamatan sendiri," ucap John.

Memang jika mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2009 Tahun 2009 pasal 1a disebutkan jika jalan tol bisa dilengkapi jalur khusus untuk kendaraan bermotor roda dua. Dengan catatan, jalur harus terpisah secara fisik dengan jalur kendaraan roda empat atau lebih. (riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed