Jumat, 21 Des 2018 09:24 WIB

Masih Banyak Orang yang Beli Motor Canggih tapi Gaptek

Rizki Pratama - detikOto
Piaggio MP3. Foto: Dok. Piaggio Piaggio MP3. Foto: Dok. Piaggio
Jakarta - Sepeda motor tidak hanya berkembang dari sisi desain dan performa. Sisi keamanan sampai saat ini terus dikembangkan demi mengurangi resiko fatalitas saat berkendara.

Namun masih banyak pemilik kendaraan berteknologi tinggi yang tidak memahami sehingga mengira ada kerusakan pada motor tersebut. Salah satunya adalah motor produksi Piaggio seperti MP3.


"MP3 itu kan bisa dikunci bannya supaya seimbang tanpa harus menurunkan kaki dan standar. Tapi banyak yang salah kaprah. Pernah ada salah seorang konsumen komplain karena jatuh saat berhenti di lampu merah. MP3 itu yang otomatis lepas kuncinya bukan menguncinya jadi saat berhenti dia tidak mengunci bannya terus jatuh," ungkap Technical Trainer Manager PT Piaggio Indonesia, Yudi Riswanto.

Motor 3 roda tersebut memiliki teknologi yang bisa menjaga keseimbangan motor dalam kendaraan berhenti dan tanpa menurunkan standar. Fitur ini bisa diaktifkan ketika kecepatan kendaraan berada di bawah 15km/jam.

Piaggio MP3 300Piaggio MP3 300 Foto: Dok. Piaggio


"Kalau sudah berada pada kecepatan di bawah 15km/jam, akan ada kode bahwa pengunciang stang dan ban sudah aman dilakukan. Nah yang otomatis itu pelepasan kuncinya, cukup di gas saja maka penguncian sudah tidak aktif ini yang konsumen sering salah paham," ujar Yudi.


Selain teknologi auto parking system pada kendaraan beroda tiga, masih banyak juga yang belum paham dengan teknologi Anti Slip Regulation (ASR) atau yang lebih sering dikenal dengan Traction Control System (TCS). Untuk Piaggio sendiri komplain yang sering diterima adalah pemilik merasa mesin tidak berperforma dengan baik.

"Kebiasaan orang beli motor baru adalah bangun tidur yang dicari kunci motor. Nah motor dipanasin trus digas mesinnya berebet. Padahal itu karena ada traction control makanya performa dipotong," tambah Yudi.

Traction control juga mendeteksi putaran ban yang tidak sama antara ban belakang dengan depan. Faktor yang menyebabkan perbedaan putaran disebabkan oleh hal sepele seperti tekanan angin dalam ban.


"Ada juga yang pernah komplain motornya berebet, padahal masalahnya bisa diselesaikan dengan mengisi angin. Traction control itu menyamakan putaran ban depan dan belakang. Kalau salah satu ban kempes maka putaran akan berbeda sehingga sensor akan membatasai putaran mesin," terang Yudi.

Nah Otolovers kalau beli motor canggih, ada baiknya mempelajari dulu apa saja teknologi di dalamnya. Malu kan beli motor mahal tapi nggak ngerti motornya. (rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com