Oleh karena itu, motor listrik diklaim mampu meredam angka kecelakaan bermotor akibat ngebut ataupun trek-trekkan sebagaimana dipaparkan Asisten Deputy Gubernur Bidang Transportasi Setda DKI Sunardi Sinaga.
"Selain ramah lingkungan, motor listrik (Viar Q1) itu kontrol kecepatannya lebih baik dibanding motor konvensional (berbensin). Saya sudah coba sendiri, motor maksimum berjalan 60 km/jam saja. Sehingga saya katakan ini dapat mengurangi kecelakaan akibat ngebut," katanya di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Kamis (13/12/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada lagi nih prilaku trek-trekkan di jalan," lanjut Sunardi.
Perlu diketahui, motor listrik Viar Q1 menggunakan baterai jenis lithium ion dengan spesifikasi 60v20AH yang kecepatan maksimumnya adalah 60 km/jam. Baterai memiliki estimasi umur 600-800 siklus pengisian dengan kapasitas maksimumnya 2 kWh.
Jarak tempuh Viar Q1 adalah 60 km. Baterai lithium ion dapat diisi ulang hingga penuh dalam waktu 5 sampai 7 jam. Menariknya, motor bisa di charge di rumah karena kapasitas listrik minimum untuk mengisi daya baterai motor hanya 220 VA (standar listrik terkecil rumah tangga Indonesia adalah 450 VA).
Tonton juga video 'Menjajal Viar Q1, Motor Listrik Rasa Pabrikan Indonesia':
(ruk/lth)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM