Rabu, 05 Des 2018 07:46 WIB

Ini Pesan Jokowi Agar Motor Made in Indonesia Laris di Luar Negeri

Ruly Kurniawan - detikOto
Jokowi saat duduk di atas skutik bongsor Xmax. Foto: Ray Jordan Jokowi saat duduk di atas skutik bongsor Xmax. Foto: Ray Jordan
Jakarta - Mengenakan jaket anak motor berwarna hitam, Presiden Joko Widodo beserta beberapa jajaran menteri hadir di pabrik Yamaha Global di Pulo Gadung, Jakarta, untuk meresmikan Pelepasan ke-1,5 juta Ekspor Motor Yamaha.

Saat berikan kata sambutan, ia mengaku senang bahwa motor rakitan anak Indonesia mampu bersaing di ranah global.


Tepatnya, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) telah mengapalkan amunisinya ke 45 negara di 5 benua mulai dari Eropa, Amerika Serikat, sampai Jepang maupun Australia.

"Saya ingat saat itu (Yamaha) pada 2014 ekspor 23 ribu motor, sekarang 338 ribu motor. Sebentar lagi nanti kita launching ekspor ke 1,5 juta motor, itu besar sekali," ujar Jokowi di Pulo Gadung, Jakarta.

"Oleh sebab itu saya sangat senang hadir di sini, Yamaha di 2014 produksi ekspor 23.000 motor (pertahun), dan sekarang 338 ribu motor (pertahun)," tambahnya.

Selain itu, Jokowi yang juga sempat bertemu President Director & CEO PT YIMM Minoru Morimoto, berpesan supaya terus meningkatkan kinerja dan semangat. Ia meyakinkan bahwa kualitas 'tangan bangsa' bisa diterima oleh global.

"Bapak Jokowi sempat berpesan bahwa Yamaha harus menjadi perusahaan produksi global yang mengekspor motor rakitan Indonesia ke dunia. Untuk ini, kuncinya adalah kualitas. Sehingga kita akan terus berusaha meningkatkan pengembangan kualitas dan harus berusaha lebih giat lagi," ujar Morimoto.


Perlu diketahui, menurut Executive Vice President PT YIMM Dyonisius Beti, selama 2018 Yamaha telah melakukan ekspor motor dalam bentuk CBU sebanyak 338.000 unit dan CKD mencapai 5,3 juta.

"Jadi kita patut berbangga dan saya pribadi pun ingin mengucapkan terima kasih banyak ke seluruh karyawan Yamaha atas kerja kerasnya selama ini. Akhirnya kita bisa mencapai ekspor 1,5 juta dan kedepannya semangat ini harus tetap bahkan lebih. Dalam 2 tahun ke depan misalkan, kita harus bisa mengubah angka tersebut jadi 2 juta atau lebih," tutup Morimoto.



Tonton juga video 'Jokowi Jajal Motor Listrik Gesits: Suara Halus, Nggak ada 'Greng-greng'':

[Gambas:Video 20detik]

(ruk/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed